Lifting Perdana dari Lapangan Bukit Tua

Lapangan Bukit Tua merupakan proyek hulu migas terbesar Petronas di Indonesia dengan investasi sekitar US 800 juta
Safrezi Fitra
14 Agustus 2015, 18:57
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Petronas Carigali Ketapang II Ltd. melakukan lifting migas perdana dari Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang hari ini, Jumat (14/8). Lifting perdana ini dilakukan lewat fasilitas produksi, penyimpanan, dan pengangkutan terapung (Floating Production, Storage and Offloading/FPSO) Ratu Nusantara yang berada di lepas pantai Madura Jawa Timur.

FPSO Ratu Nusantara merupakan tempat penampungan minyak mentah dari Lapangan Bukit Tua. FPSO ini memiliki kapasitas pengolahan minyak hingga 20.000 barel per hari dan 70 juta kaki kubik gas bumi per hari. Kapal ini juga mampu menyimpan 630.000 barel minyak yang telah diproses.

Minyak mentah dari Lapangan Bukit Tua ini akan dikirim ke kilang-kilang PT Pertamina (Persero). Sementara gasnya akan dialirkan ke fasilitas penerimaan darat (Onshore Receiving Facility/ORF) yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Gas tersebut rencananya akan digunakan untuk kepentingan Pembangkit Listrik Jawa Bali.

Presiden Petronas Carigali Ketapang II Ltd. Hazli Sham Kassim berharap produksi migas dari blok Ketapang itu mampu memberikan sumbangan yang positif untuk produksi Migas nasional. ?Semua pencapaian ini, tentu atas dukungan pemerintah Indonesia di tingkat nasional maupun daerah,? ujar Hazli dalam keterangan pers yang diterima Katadata, Jumat (14/8).

Advertisement

Lapangan Bukit Tua merupakan proyek hulu migas terbesar Petronas di Indonesia dengan investasi sekitar US$ 800 juta. Lapangan ini terletak di laut utara Jawa Timur, 35 kilometer sebelah utara Pulau Madura, dan 110 kilometer timur laut Kota Gresik, Jawa Timur.

Lapangan migas ini telah mulai berproduksi pada pertengahan Mei lalu. Saat ini, lapangan tersebut mampu menghasilkan sekitar 5.000 barel minyak per hari dan 3 juta kaki kubik gas bumi per hari. Produksi secara bertahap akan meningkat hingga produksi puncak sebesar 20.000 barel minyak per hari dan 50 juta kaki kubik per hari pada tahun 2016.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan pengaturan lifting ini dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan pembagian hasil penjualan antara pemerintah dan kontraktor di Blok Ketapang. Makanya dia ingin memastikan pelaksanaan lifting perdana ini berjalan lancar.

?Kami cari tahu hal-hal apa saja yang dapat dilakukan oleh SKK Migas untuk mempercepat penyelesaian masalah-masalah yang ada,? kata Amien.

Untuk diketahui Blok Ketapang dioperatori oleh Petronas Carigali Ketapang II Ltd. Petronas memiliki 80 persen saham di blok migas tersebut. Sisanya, dimiliki PT Saka Ketapang Perdana, yang merupakan anak perusahaan dari Perusahaan Gas Negara (PGN).

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait