Izin Keluar Pekan Ini, Pertalite Bisa Segera Diluncurkan

Minggu ini sudah keluar izin tambahan produk Pertalite Semoga terpenuhi syaratnya Pertamina sudah boleh mendisitribusikan
Safrezi Fitra
9 Juni 2015, 17:04
BBM
Arief Kamaludin|KATADATA

KATADATA ? Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan mengeluarkan izin bagi PT Pertamina (Persero) menjual produk bahan bakar minyak (BBM) barunya, Pertalite. Izin ini rencananya akan dikeluarkan pekan ini.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM I.G.N. Wiratmaja Puja mengatakan setelah mendapatkan izin ini, Pertamina bisa segera meluncurkan produk baru tersebut kepada  masyarakat.

"Minggu ini sudah keluar izin tambahan produk (Pertalite). Semoga terpenuhi syaratnya, Pertamina sudah boleh mendisitribusikan" kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/6).

Kementerian ESDM hanya akan meminta Pertamina menyiapkan semua kebutuhan yang diperlukan untuk mendistribusikan produk tersebut, seperti tangki BBM, mesin pompa dan lainnya. Mengenai kapan Pertalite akan diluncurkan, kata dia, merupakan kewenangan Pertamina.

Advertisement

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan produk tersebut akan diluncurkan setelah Idul Fitri. Dia mengatakan setelah mendapatkan izin dari Kementerian ESDM, masih ada prosedur yang harus dilakukan seperti izin DPR.

"Tapi karena seminggu lagi menjelang puasa, nanti kami cek waktu yang pas. Kemungkinan besar setelah lebaran," ujar dia.

Pertamina juga belum bisa memastikan berapa volume dan harga dari produk tersebut. Awalnya Pertalite ini akan dijual dengan harga sekitar Rp 8.000 sampai Rp 8.300 per liter. Pada tahap awal, Pertalite hanya akan dijual di stasiun-stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah DKI Jakarta.

Sebelumnya Pertamina berencana meluncurkan Pertalite pada awal bulan Mei lalu. Produk bensin dengan angka oktan (research octane number/RON) 90 ini diharapkan bisa menjadi pilihan bagi masyarakat di antara Premium (RON 88) dan Pertamax (RON 92) yang selisih harganya cukup jauh.

Ada tiga alasan, Pertamina meluncurkan produk ini. Pertama, spesifikasi RON 90 sudah tercantum dalam surat keputusan (SK) Direktorat Jenderal Migas yang terbit pada 22 Maret 2013. Kedua, perkembangan teknologi kendaraan yang beredar di Indonesia membutuhkan jenis BBM ini. Ketiga, potensi pelanggan yang pindah ke produk ini besar.

PT Pertamina (Persero) menargetkan perpindahan konsumen Premium ke bahan bakar minyak (BBM) jenis baru Pertalite 10 persen- 20 persen atau 2,92 juta-5,84 juta kiloliter dalam setahun. Dengan konsumsi Premium yang mencapai 80.000 kiloliter per hari, Pertamina menargetkan perpindahan pelanggan bisa sebesar 8.000-16.000 kiloliter per hari.

Rencana peluncuran produk baru ini tertunda karena DPR menganggap Pertamina belum melakukan sosialisasi yang cukup kepada masyarakat. Pemerintah pun belum mengizinkan Pertamina mengeluarkan produk tersebut saat itu.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait