Penggunaan Produk Lokal di Industri Migas Ditargetkan 60 Persen

Tahun lalu penggunaan komponen lokal pada industri hulu migas baru mencapai 54 persen
Safrezi Fitra
25 Februari 2015, 19:59
tambang minyak
skkmigas.go.id

KATADATA ? Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penggunaan produk lokal (Tingkat Komponen Dalam Negeri/TKDN) di industri hulu minyak dan gas bumi tahun ini mencapai 60 persen. Dalam lima tahun ke depan, targetnya bisa meningkat menjadi 75 persen.

Pelaksana tugas Dirjen Migas I Gusti Nyoman Wiratmadja Puja mengatakan TKDN di industri hulu migas masih rendah. Tahun lalu saja prosentasenya lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sudah mencapai 57 persen.

Rendahnya penggunaan produk lokal dalam kegiatan hulu migas tahun lalu dikarenakan tren industri migas mulai bergeser pertambangan lepas pantai (offshore), yang memerlukan teknologi tinggi. Teknologi belum bisa diadopsi oleh industri komponen lokal, makanya masih harus mengandalkan impor.

Saat ini capaian TKDN untuk offshore masih cukup rendah, yakni hanya 40 persen. Sementara capaian TKDN untuk pertambangan migas di darat (onshore) sudah mencapai 80 persen.

Advertisement

Meski demikian, pihaknya berkomitmen akan terus mendorong perusahaan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk lebih meningkatkan TKDN dalam kegiatan operasinya. Upaya ini juga akan didukung oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), meminta KKKS menggunakan lebih banyak barang lokal dengan berbagai cara.

?Ini bukan nasionalisme sempit, tetapi kita harus pikirkan bagaimana caranya investor asing tetap mengembangkan bisnis mereka di Indonesia. Namun di sisi lain, lapangan kerja tumbuh dan secara umum berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia,? ujar Wiratmadja di kantornya, Jakarta, Rabu (25/2).

Untuk mendukung peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada kegiatan hulu migas, sebenarnya Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 tahun 2013. Dalam aturan tersebut juga dijelaskan mengenai sanksi dan penghargaan bagi produsen komponen dan kontraktor migas. Bahkan pemerintah juga berencana memberikan insentif pajak apabila perusahaan migas bisa meningkatkan TKDN sampai level tertentu.

Ketua Gabungan Usaha Penunjang Migas Nasional (Guspen Migas) Pandri Prabowo menyambut baik keinginan pemerintah untuk lebih banyak menggunakan barang lokal dalam industri hulu migas. Namun, dia meminta pemerintah untuk terus berkomunikasi kepada seluruh pihak terutama kepada dunia usaha penunjang peralatan migas dan KKKS. Ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan persepsi tentang apa yang ingin disampaikan, "Karena komunikasi dalam hal-hal seperti ini biasanya sifatnya dinamis," ujarnya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait