Cilamaya Kontroversial, Sofyan Pilih Kembangkan Tanjung Priok

Kami pilih optimalkan Priok dulu Karena itu Cilamaya kontroversial sekali
Safrezi Fitra
13 Februari 2015, 12:11
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil lebih memilih untuk mengoptimalkan pengembangan pelabuhan Tanjung Priok, ketimbang membangun pelabuhan baru di Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

"Kami pilih optimalkan Priok dulu. Karena itu (Cilamaya) kontroversial sekali," ujar Sofyan di kantornya, Jakarta, Kamis (12/2).

Menurut dia, banyak kesulitan yang dihadapi dalam membangun pelabuhan Cilamaya senilai Rp 130 triliun. Salah satu kesulitan yang dihadapi adalah area pelabuhan yang akan dibangun bersinggungan dengan fasilitas pipa milik PT Pertamina Hulu Energi ONWJ di lepas pantai Karawang. Selain itu, masih banyak kesulitan lainnya yang justru malah menimbulkan banyak kontroversi, mengenai perlu tidaknya pembangunan pelabuhan tersebut saat ini.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengungkapkan Pelabuhan Cilamaya harus terus dilanjutkan pembangunannya oleh pemerintah. Tetapi dikarenakan APBN yang tidak cukup maka Jonan berpendapat swasta harus mengambilalih porsi pembiayaan pelabuhan ini. Usulan ini pun sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo, lewat suratnya pada 16 Januari 2015. Presiden pun kemudian menyetujui usulan Jonan tersebut.

Advertisement

Meski begitu, sebagai Ketua Satgas Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas, Sofyan mengaku belum mendapat kabar dari Presiden tentang wacana pembangunan pelabuhan tersebut. Makanya Sofyan menganggap pembangunan pelabuhan Cilamaya belum terlalu prioritas.

Di sisi lain, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan pihak investor Jepang yang diwakili oleh JICA, mengaku siap mengikuti apapun rencana infrastruktur yang akan dibangun pemerintah Indonesia. Investor Jepang juga akan menerima semua keputusan pemerintah, termasuk kelanjutan Pelabuhan Cilamaya.

"Cilamaya memang tidak disinggung, tapi mereka telah membaca RPJMN kita dan mereka mereka telah sepakat," ujar Andrinof.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait