Kemendag Targetkan Ekspor 2015 Hanya US$ 192,5 Miliar

Target ekspor tahun ini hanya naik 44 persen dari target tahun lalu
Safrezi Fitra
7 Januari 2015, 15:07
pelabuhan-ekspor
KATADATA

KATADATA ? Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor tahun ini mencapai Rp 192,5 miliar. Angka ini hanya naik tipis, 4,4 persen dari target tahun lalu US$ 184,3 miliar.

Target tahun ini sebenarnya tidak sesuai harapan. Saat baru menjabat sebagai Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel menyatakan komitmennya untuk meningkatkan ekspor sebesar 300 persen dalam lima tahun. Artinya setiap tahun, harus ada kenaikan ekspor sebesar 60 persen.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Partogi Pangaribuan mengatakan masih ada tren pelemahan harga komoditas tahun ini. Makanya beberapa komoditas ekspor unggulan seperti minyak sawit mentah, karet, dan kakao kemungkinan masih belum bisa memberikan kontribusi yang baik tahun ini.

Namun, dia yakin tahun ini masih lebih baik dari pada tahun lalu. "Ada perbaikan ekonomi global di Amerika Serikat dan Eropa," ujar Partogi, Selasa (6/1).

Advertisement

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Nus Nuzulia Ishak mengatakan meski komoditas unggulan masih terpuruk, ada beberapa komoditas yang akan jadi andalan. Beberapa komoditas ekspor tersebut adalah produk elektronik, tekstil, kimia, kertas, dan furnitur. Di luar itu, masih ada produk otomotif, plastik, peralatan medis, alas kaki, kerajinan, dan kulit, yang dinilai bisa menggenjot ekspor tahun ini.

Sebelum mengakhiri jabatannya sebagai Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi sempat merevisi target ekpor tahun ini menjadi US$ 184,3 miliar, dari sebelumnya US$ 190 miliar. Revisi ini dilakukan karena melihat harga lima komoditas utama Indonesia turun drastis. Lima komoditas tersebut adalah sawit, batu bara, karet, tembaga dan bijih besi.

Dari target tahun lalu, realisasinya pun masih tidak akan tercapai. Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak mengatakan realisasi ekspor Indonesia selama 2014 hanya sebesar US$ 178 miliar.

Meski demikian, Kementerian Perdagangan masih tetap optimistis target yang dipatok menterinya hingga 2019 dapat tercapai. Keyakinan ini didasari oleh rencana pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt. ?Kemendag optimis, apalagi kalau pemerintah, membangun pembangkit listrik 35.000 megawatt. Itu modal untuk perbaikan infrastuktur. Nanti industri akan menyesuaikan dan ekspor meningkat,? ujar Rachmat.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait