Ditugaskan Jual Premium, Pertamina Masih Untung 1 Persen

Ada laba sedikit sekitar 1 persen lebih Tapi kan itu tidak wajar sebagai sebuah Perseroan Terbatas
Safrezi Fitra
6 Januari 2015, 11:01
BBM
Arief Kamaludin|KATADATA
Premium yang ditetapkan pemerintah untuk bulan ini, masih lebih tinggi dari harga keekonomiannya. Artinya Pertamina masih bisa mendapat untung dengan menjual Premium.

KATADATA ? Pemerintah telah memutuskan untuk tidak lagi memberikan subsidi pada bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium sejak 1 Januari 2015. Pemerintah telah menentukan PT Pertamina (Persero) sebagai badan usaha penyalur Premium, dengan harga yang ditentukan setiap bulannya.

Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan Pertamina mendapat tugas menyalurkan BBM dengan kategori Khusus Penugasan. Hal ini sifatnya adalah penugasan, bukan bisnis yang bisa mendapatkan banyak keuntungan.

Peraturan Presiden mengenai harga Bahan Bakar Minyak juga menyebutkan tidak adanya margin keuntungan yang didapat oleh badan usaha untuk menyalurkan BBM Khusus. 

Namun, kata Ahmad, sebagai perseroan terbatas (PT) Pertamina tetap harus menjalankan usahanya, tanpa harus mengalami kerugian. Makanya meski penugasan, Pertamina mengaku tetap mendapatkan sedikit keuntungan.

Advertisement

 "Ada laba sedikit, sekitar 1 persen lebih. Tapi kan itu tidak wajar sebagai sebuah Perseroan Terbatas," ujarnya, kepada Katadata, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan harga Premium yang ditetapkan pemerintah untuk bulan ini, masih lebih tinggi dari harga keekonomiannya. Artinya Pertamina masih bisa mendapat untung dengan menjual Premium.

Pemerintah menetapkan harga Premium untuk bulan ini, setelah tidak mendapat subsidi, sebesar Rp 7.600 per liter. ?Kalau harga keekonomian Bahan Bakar Minyak Jenis Premium untuk Januari 2015 hanyalah Rp 7400 per liter, itupun sudah termasuk margin yang didapatkan badan usaha,? ujarnya.

Seperti diberitakan, pemerintah memutuskan untuk mencabut subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium mulai tahun ini. Adapun dalam menghitung harga dasar BBM tersebut, pemerintah menggunakan rata-rata harga indeks pasar dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat selama periode tanggal 25 sampai 24 bulan sebelumnya.

Saat ini, skema kebijakan BBM yang baru diluncurkan tersebut masih bersifat transisi. Alhasil harga BBM jenis premium atau bensin dengan kadar Research Octane Number (RON) 88 yang berlaku di seluruh wilayah masih sama sebesar Rp 7.600 per liter.

 ?Harga (Premium) di Jamali (Jawa, Madura, Bali) disamakan dengan luar Jamali sebagai cara mengelola transisi agar harga premium di seluruh wilayah Indonesia sama dahulu,? kata Sudirman.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait