Faisal Basri Minta Seluruh Manajemen Petral Diganti

Tim Reformasi juga meminta audit forensik di Petral untuk membongkar praktik mafia migas
Safrezi Fitra
31 Desember 2014, 10:46
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi merekomendasikan agar manajemen PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) dan Integrated Supply Chain (ISC) diganti seluruhnya. Penggantian Pimpinan ini harus dilakukan dari tingkat direksi hingga manajer dari tingkat pimpinan tertinggi sampai manajer.

Ketua Tim Reformasi Faisal Basri mengatakan rekomendasi ini berdasarkan pada temuan yang telah dilakukan oleh timnya selama ini. "Ganti secepatnya manajemen Petral dan ISC," katanya di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Selasa (30/12).

Salah satu temuan tim kata Faisal Basri adalah adanya kebocoran informasi mengenai spesifikasi produk yang akan dipesan melalui Petral, kepada para pedagang minyak (trader). Padahal proses tender belum berlangsung.

Menurut Faisal, Petral mengklaim pengadaan minyak sudah semakin banyak melalui perusahaan-perusahaan migas negara lain (national oil company/NOC). Bahkan Faisal mengutip keterangan dari Petral, sekarang pengadaan minyak sudah sepenuhnya dari NOC.

Advertisement

Kenyataan yang didapat Tim Reformasi, bahwa tidak semua NOC memiliki ladang minyak atau merupakan produsen minyak.  Misalnya Maldives NOC Ltd yang tercatat sebagai mitra usaha Petral. Temuan Tim, Maldives NOC ternyata digunakan sebagai kedok untuk memenuhi ketentuan pengadaan minyak oleh Petral. Padahal Maldives NOC Ltd bukan merupakan produsen minyak atau memiliki ladang minyak. 

Temuan lainnya, ada pelaku yang bertindak sebagai agen yang menggunakan NOC PetroVietnam Oil Corporation (PV Oil), dalam pengadaan minyak mentah dari Nigeria. Faisal juga menyebut PTT (NOC Thailand) ternyata digunakan sebagai kendaraan (vehicle) dalam pengadaan minyak mentah dari Azerbaijan. 

Makanya Tim berharap rekomendasi untuk mengganti seluruh pimpinan Petral ini dilakukan secepatnya. Anggota Tim Reformasi Agung Wicaksono berharap manajemen yang baru nantinya adalah orang-orang yang memiliki integritas tinggi.

"Orang berintegritas dan kompeten. Orang itu harus betul-betul bisa dipegang oleh Pertamina termasuk dipercaya oleh Pemerintah," ujarnya.

Selain mengganti pimpinan, Tim juga merekomendasikan agar dilakukan audit forensik untuk Petral. Audit forensik ini harus dilakukan oleh institusi audit yang kompeten di Indonesia, serta memiliki jangkauan kerja ke Singapura dan negara terkait lainya.  

Hasil audit forensik ini bisa dijadikan sebagai pintu masuk membongkar potensi  pidana, khususnya membongkar praktik mafia migas.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait