Pengusaha Minta Pemerintah Turunkan Harga Energi untuk Industri

Image title
Oleh Antara
31 Mei 2020, 09:49
harga bbm, tarif listrik, harga energi industri, harga gas, listrik, apindo
ANTARA FOTO/Aji Styawan
Apindo berharap pemerintah menurunkan harga gas.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah agar mengkaji ulang harga BBM industri, listrik dan gas industri saat ini. Alasannya, pandemi Covid-19 telah berdampak besar terhadap kondisi perekonomian nasional.

Ketua Umum Apindo, Hariyadi B. Sukamdani mengatakan tingginya harga energi sangat memberatkan pengusaha. Apalagi menurutnya, dampak pandemi telah menurunkan daya saing industri nasional lantaran permintaan barang baik di dalam negeri maupun transaksi ekspor juga menurun.

Advertisement

Dia berharap pemerintah bisa menurunkan harga bbm, listrik dan gas untuk industri di tengah perekonomian yang lesu. "Terlebih harga minyak dunia juga telah mengalami penurunan di bawah US$ 20 per barel di tengah pandemi COVID-19," ujarnya seperti dikutip Antara, Minggu (31/5).

(Baca: Pertamina Tak Turunkan Harga BBM karena Harga Minyak Dunia Fluktuatif)

Hariyadi menambahkan Apindo memandang pentingnya memastikan keberlangsungan usaha di tengah terpuruknya perekonomian saat ini akibat COVID-19. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menurunkan harga BBM industri sebagai efisiensi produksi.

Apindo menyoroti tarif premium listrik yang dibebankan secara penuh kepada dunia usaha, sementara sejumlah industri saat ini belum beroperasi 100%. Para pengusaha pun mengusulkan penghapusan biaya premium rekening minimum pemakaian listrik 40 jam menyala, termasuk untuk pelanggan industri premium 235 jam yang menyala selama masa pandemi.

Halaman:
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait

Advertisement