Gairah IPO Masa Pandemi, Tiga Emiten Baru Cetak Lonjakan Harga Saham

Ketiga perusahaan tersebut berhasil menyerap dana total Rp 292,48 miliar dari pasar modal dalam negeri.
Image title
7 September 2020, 12:37
ipo, bursa, saham, pencatatan saham perdana, Bank Bisnis Internasional, PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS), PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP)
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.
Ilustrasi perdagangan di BEI.Tiga perusahaan PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI), PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP), dan PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) melakukan pencatatan perdana saham (IPO), Senin (7/9).

Tiga perusahaan resmi mencatatkan nama di papan Bursa Efek Indonesia melalui skema penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) pada Senin (7/9). Ketiga perusahaan tersebut, berhasil menyerap dana total Rp 292,48 miliar dari pasar modal dalam negeri.

"Bursa akan selalu support perseroan untuk menjadi perusahaan yang bertumbuh dan memberikan shareholder yang optimal dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Direktur Penilai Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam sambutannya pada acara seremonial IPO secara virtual, Senin (7/9).

Perusahaan dengan raupan dana terbesar dalam IPO kali ini adalah PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI), yang berhasil mengumpulkan Rp 189,48 miliar. Hasil dari penawaran 394,76 juta unit saham atau setara 15% dari total saham perseroan di harga Rp 480 per sahamnya.

Bank memiliki beberapa rencana penggunaan dana itu. Sebanyak Rp 15 miliar bakal digunakan untuk perluasan jaringan dengan mendirikan satu kantor cabang baru di Cirebon pada triwulan III 2021 dan satu kantor cabang baru di Semarang pada triwulan IV 2021.

Bank yang masuk dalam kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 1 dengan modal dasarnya di bawah Rp 1 triliun ini, akan menggunakan dana hasil IPO untuk pengembangan bisnisnya. Sebanyak Rp 18 miliar untuk pengembangan teknologi sistem informasi dalam meningkatkan pelayanan kepada nasabah.

"Sisanya akan digunakan perseroan untuk modal kerja dalam rangka pemberian kredit kepada nasabah yang akan direalisasikan secara bertahap," kata Direktur Utama Bank Bisnis Internasional Laniwati Tjandra.

Pada perdagangan perdananya ini, saham Bank Bisnis Internasional dibuka langsung meroket hingga 25% menjadi di harga Rp 600 per saham. Hingga berita ini ditulis, total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 22,75 juta unit dengan nilai transaksi yang mencapai Rp 13,05 miliar.

IPO lainnya hari ini, PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) mampu meraup dana senilai Rp 55 miliar dari pasar modal hari ini. Perusahaan elektronik tersebut melepas 500 juta unit saham atau setara 20% ke publik dengan mematok harga Rp 110 per saham.

Dari raupan dana tersebut, ada beberapa rencana penggunaannya. Sekitar 15% akan dipinjamkan kepada entitas anak, yaitu PT Selaras Donlim Indonesia selama satu tahun. Mayoritas pinjaman ini, digunakan perusahaan anak untuk membeli mesin produk berbahan plastik untuk memenuhi target kenaikan volume penjualan 2021.

Sisanya, Rp 46,75 miliar, mayoritas akan digunakan untuk perluasan gedung pabrik pada area pabrik saat ini di Cileungsi, dengan penambahan jumlah tingkat terhadap gedung yang sudah ada. Perluasan ini dilakukan untuk memenuhi peningkatan volume penjualan, karena kapasitas saat ini dinilai tidak mencukupi untuk menampung bahan baku.

Pada pembukaan perdagangan perdana, saham berkode emiten SCNP ini langsung menguat hingga 34,55% menyentuh harga Rp 148 per saham. Kenaikan tersebut, membuat saham ini terkena auto rejection atas (ARA).

Hari ini, BEI juga kedatangan IPO dari PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS). Perusahaan yang bergerak di bidang pangan ini melepas 160 juta unit saham ke publik, atau setara 20% dari total saham. Dengan penawaran harga Rp 300 per saham, perseroan berhasil meraup dana Rp 48 miliar.

Seluruh dana yang diperoleh dari IPO rencananya digunakan untuk modal kerja sebagai pembelian barang dagangan, makanan dan minuman dari pihak afiliasi maupun yang tidak. Selain itu, digunakan juga untuk memperluas jaringan pemasaran dengan pendistribusian ke daerah-daerah lain.

"Serta promosi-promosi yang dilakukan ke daerah lain yang belum dijangkau guna mendukung pertumbuhan perseroan ke depannya," kata Direktur Utama Kurniamitra Duta Sentosa Hengky Wijaya.

Pada saat pembukaan perdagangan perdananya, saham Kurniamitra langsung naik 24,67% menjadi Rp 374 per saham. Sejauh ini, total volume saham yang diperdagangkan sebanyak 11 ribu unit dengan nilai Rp 4,11 juta.

Ketiga perusahaan tersebut, menggenapi total IPO sepanjang tahun ini yang jumlahnya sudah mencapai 40 emiten. Dari puluhan pencatatan tersebut, total dana yang terkumpul dari pasar modal Tanah Air senilai Rp 4,86 triliun.

 

Video Pilihan

Artikel Terkait