Pengelola Tol Dukung Percepatan Distribusi Vaksin Covid-19

Indonesia memiliki kecepatan vaksinasi 60.433 objek per hari. Dengan kecepatan tersebut, butuh waktu 10 tahun untuk menjangkau 70% penduduk.
Safrezi Fitra
9 Februari 2021, 11:02
distribusi vaksin, vaksin virus corona, vaksin covid-19, jalan tol, infrastruktur, waskita karya, jasa marga
ANTARA FOTO/ Irwansyah Putra/foc.

Percepatan distribusi vaksin virus covid-19 membutuhkan kesiapan infrastruktur yang memadai. Pengelola jalan tol menyatakan dukungannya untuk mempercepat distribusi vaksin demi kelancaran program vaksinasi.

Infrastruktur transportasi yang juga harus prima, agar kendaraan pengangkut vaksin bisa melaju dengan lancar. Keberadaan ruas tol sebagai jalur bebas hambatan menjadi penting untuk mendukung kelancaran distribusi vaksin ke berbagai tujuan yang dijangkau melalui jalur darat.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk, sebagai salah satu BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur fisik, menyatakan mendukukung akselerasi kecepatan vaksinasi. Dengan memastikan semua ruas tol yang berada di bawah kelolaan Waskita dalam kondisi baik, Waskita berharap bisa memberikan sumbangsih bagi kelancaran distribusi vaksin.

Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono memastikan akan memperhatikan kesiapan seluruh ruas tol kelolaan yang dilalui jalur distribusi vaksin. Bukan hanya di Jawa, pengawasan serius juga dilakukan pada ruas Luar Jawa Waskita yang menjadi jalur distribusi vaksin.

“Keberadaan ruas tol menjadi penting untuk mendukung kelancaran distribusi vaksin ke berbagai tujuan,” kata Destiawan dalam keterangannya Senin, (8/2).

Selain Waskita, BUMN pengelola jalan tol lain juga memberikan dukungannya untuk mempercepat distribusi vaksin ini. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi sudah berkordinasi dengan sejumlah pihak seperti Jasa Marga, Polri dan TNI untuk memastikan jalur darat tidak ada kendala dalam proses distribusi vaksin.

"Kendaraannya juga menggunakan pendingin khusus untuk membawa vaksin. Selain itu jalannya juga harus dipastikan tanpa hambatan," kata Budi (3/1). Dia juga memastikan distribusi vaksin Covid-19 akan dikawal secara khusus agar tidak mengalami hambatan di jalan.

Indonesia memerlukan 426 juta dosis vaksin untuk bisa menjangkau 70% penduduk Indonesia. Saat ini, vaksin dari berbagai produsen mulai berdatangan secara bertahap. Tidak mudah mendistribusikan vaksin sebanyak ini secara luas dalam waktu cepat. Kesiapan infrastruktur seperti ruas tol yang mumpuni sangat diperlukan.

Berdasarkan data yang dikutip Bloomberg, Indonesia memiliki kecepatan vaksinasi 60.433 objek per hari. Dengan kecepatan tersebut, butuh waktu 10 tahun untuk menjangkau 70% penduduk.

Menurut Destiawan, penting sekali mendorong akselerasi kecepatan vaksinasi dengan segala daya dukung negeri ini. Apalagi kesuksesan program vaksinasi dapat berdampak positif pada pemulihan ekonomi nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian nasional 2020 minus 2,07%.

Kelancaran dan kecepatan proses vaksinasi, lanjut Destiawan, akan menjadi modal penting bagi tumbuhnya kepercayaan pasar untuk lebih giat menjalankan bisnis. Selain sebagai akselerator percepatan proses vaksinasi, keberadaan infrastruktur transportasi yang lancar juga bisa menjadi stimulus aktivitas perekonomian nasional.

Sektor riil sangat memerlukan mobilitas barang dalam bisnisnya. “Mendorong terjadinya proses mobilitas yang cepat dan lancar adalah komitmen Waskita,” kata dia.

Video Pilihan

Artikel Terkait