Genting Oil Bakal Pasok Kebutuhan Gas Bumi PT Pupuk Indonesia

Selain itu, ada lima kerja sama produsen gas lain untuk memasok kebutuhan gas industri pupuk dan petrokimia.
Image title
17 Juni 2021, 18:27
gas, gas bumi, pupuk, pupuk indonesia, genting oil, pertamina, repsol, jabung, gas industri, petrokimia
123rf.com/Sergiy Serdyuk
Ilustrasi pipa gas

Genting Oil melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/ MoU) dengan PT Pupuk Indonesia. Kerja sama ini terkait pemanfaatan gas bumi sebesar 1,66 triliun kaki kubik (TCF). Genting Oil akan memasok kebutuhan gas untuk Pupuk Indonesia.

Pemanfaatan gas bumi sebesar 1,66 TCF ini berasal dari Lapangan Asap, Kido, Merah di Blok Kasuri. Adapun pasokan gas tersebut nantinya diperuntukkan untuk kebutuhan Pabrik Amoniak, Urea, dan Metanol di Bintuni Papua Bara yang didirikan PT Pupuk Indonesia dan anak usahanya.

Menteri ESDM Arifin Tasrif berharap kesepakatan ini diharapkan dapat menggenjot pendapatan dari penjualan gas sekitar US$ 5,7 miliar. Kemudian dapat mendorong pembangunan ekonomi daerah Provinsi Papua Barat.

"Seperti penciptaan lapangan kerja baru, pengembangan dukungan bisnis lokal dan lebih banyak peluang investasi akan meningkat," kata dia dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (17/6).

Advertisement

Proyek ini diperkirakan mulai beroperasi (onstream) pada 2025. Jumlah pasokan harian untuk pabrik Ammonia dan Urea sebesar 112,6 juta kaku kubik per hari (MMSCFD) dan untuk Methanol sebesar 109,3 MMSCFD.

Tak hanya itu, di hari yang sama masih ada lima MoU antara produsen gas dengan pembeli. Beberapa diantaranya seperti;

  1. Penandatanganan MOU antara PetroChina International Jabung Ltd (PIJL) dengan PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri). Kerja sama ini untuk pengembangan Proyek Pusri-3B yang diperkirakan onstream pada 2036 dengan jumlah pasokan harian 60 miliar british thermal unit per hari (BBTUD).
  2. PetroChina International Jabung dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR) atas pasokan gas untuk operasi Steam Flood di Blok Rokan dengan jumlah pasokan harian sebesar 50 BBTUD yang diperkirakan onstream pada 2023.
  3. Penandatanganan MOU antara Repsol Sakakemang B.V dengan PT Pupuk Sriwidjaja yang diperkirakan onstream pada 2024 dengan jumlah pasokan harian 38 BBTUD.
  4. Repsol Sakakemang B.V dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan jumlah pasokan harian 15 BBTUD.
  5. Penandatanganan MOU antara Kangean Energy Indonesia (KEI) dan PT Petrokimia Gresik (PKG) yang diperkirakan akan onstream setelah 2027.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait