Kemenkop UKM Targetkan Kontribusi Koperasi 5,5% Terhadap Perekonomian

Selain kontribusi 5,5% terhadap PDB nasional 2024, Kemenkop UKM juga menargetkan terbentuknya 500 koperasi modern.
Safrezi Fitra
12 Juli 2021, 14:33
koperasi, hari koperasi, anggota koperasi, usaha koperasi, pembentukan koperasi, kemenkopukm, kementerian koperasi, pdb, sumbangan koperasi terhadap pdb
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menargetkan sektor koperasi bisa berkontribusi 5,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional di tahun 2024. Saat ini, kontribusi koperasi baru 5% dari PDB.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan target ini telah ditetapkan dalam rencana pengembangan ekonomi Indonesia lima tahun ke depan. Sejumlah langkah strategis pun disiapkan untuk mengejar target tersebut.

Langkah-langkah strategis akan dilakukan untuk mengembangkan koperasi di dalam negeri. Beberapa di antaranya, adalah transformasi kelembagaan dan usaha koperasi, dukungan regulasi berupa Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 dan PP Nomor 7 Tahun 2021 yang memuat berbagai kemudahan dan peluang bagi koperasi.

Kemudian mendorong perubahan pola pikir wirausaha (mindset entrepreneurship) koperasi, khususnya Koperasi Simpan Pinjam untuk membiayai sektor-sektor produktif. Selanjutnya mendukung inovasi melalui digitalisasi dan membangun ekosistem usaha yang aman dan kondusif.

Advertisement

"Dengan langkah-langkah strategis tersebut diharapkan dapat me-rebranding koperasi sebagai entitas bisnis yang modern, kontributif, dan kompetitif," kata Teten pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-74 Tahun 2021 yang digelar secara daring, Senin (12/7.

Selain target kontribusi 5,5% terhadap PDB nasional, Kemenkop UKM juga menargetkan terbentuknya 500 koperasi modern. Ini sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Untuk mencapai target 500 koperasi modern pada 2024, Kemenkop UKM akan melakukan transformasi kelembagaan dan usaha koperasi. Kemudian memberi kemudahan bagi koperasi utamanya dalam pembiayaan, mendorong perubahan mindset entrepreneurship koperasi, transformasi ke digital, dan memperkuat pengawasan melalui reformasi pengawasan koperasi.

Teten menyadari koperasi belum sepenuhnya menjadi pilihan utama kelembagaan ekonomi rakyat. Partisipasi penduduk menjadi anggota koperasi masih rendah, yakni 8,41%. Angka ini masih jauh di bawah rata-rata dunia yang mencapai 16,31%.

KemenkopUKM akan terus berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat dengan melalukan sosialisasi dan publikasi, agar ekonomi kerakyatan melalui koperasi kian meningkat.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait