Dirut Pelindo II Ungkap Sulitnya Merger BUMN Pelabuhan dan Tahapannya

Agar dapat melakukan merger, masing-masing pelabuhan Pelindo I, II, III, dan IV harus memberikan performansi yang stabil, bahkan tinggi.
Safrezi Fitra
17 Juli 2021, 20:02
pelindo, merger pelindo, bumn pelabuhan, pelabuhan,
ANTARA FOTO/Jojon/hp.
Pelindo

Rencana konsolidasi (merger) BUMN pengelola pelabuhan (Pelindo) ditargetkan bakal terealisasi tahun ini. Merger empat Pelindo ini sebenarnys sudah direncanakan sejak lama, tapi hingga kini belum terlaksana.

Direktur Utama PT Pelindo II Arif Suhartono menyatakan merger ini ditargetkan dapat dilakukan pada akhir kuartal III tahun ini. Sedangkan salah satu sebab merger tersebut belum terlaksana hingga kini adalah faktor keekonomian.

“Bicara merger, kita bicara konsolidasi, bicara integrasi. Ini sebenarnya sudah bicara 10-15 tahun yang lalu. Semoga di era pemerintahan saat ini bisa terlaksana.” kata Arif dalam webinar virtual ,Sabtu (17/7).

Indonesia memiliki empat perusahaan pengelola pelabuhan peti kemas domestik di setiap area yang meliputi pelabuhan Pelindo I, II, III, IV. Untuk bisa melakukan merger, masing-masing pelabuhan harus memberikan performa yang stabil, bahkan tinggi.

“Apabila satu titik tidak menunjukkan performa yang stabil, maka schedule (jadwalnya) akan berantakan. Pada akhirnya biaya logistik lebih tinggi.” kata Arif.

Dalam merger ini, Pelindo akan dibuat menjadi satu. Dengan begitu, pelayanan yang diberikan oleh ke semua terminal satu dengan yang lain diharapkan bisa sama. Ujungnya, bisa memberikan dampak positif pada sisi lainnya termasuk ongkos logistik.

“Apabila performa suatu pelabuhan ini tidak optimal, akan berdampak juga kepada inventori dan transportasi darat,” ujarnya.

Terkait dengan model Pelindo yang saat ini terpisah-pisah, Arif menganggap pelabuhan menjadi kurang terkoordinasi. Apalagi dengan kapabilitas Pelindo I, II, III, dan IV yang berbeda akan menghasilkan suatu operasi yang kurang terstandar.

“Mungkin dari tipe finance dan experience yang terbatas juga berbeda serta kurang optimal dari masing-masing Pelindo akan menghasilkan output yang berbeda juga.” ujarnya.

Dalam paparannya, Arif mengatakan langkah awal yang akan ditempuh saat penyatuan ini adalah melakukan standardisasi dari proses semua pelabuhan yang ada. Pada saat skala yang lebih besar, tentunya Pelindo akan memiliki daya tawar yang lebih kuat. Makanya integrasi perlu dilakukan.

Dia mengatakan transformasi itu perlu upaya yang sangat besar. Namun, kondisi pandemi Covid-19 saat ini dianggap menjadi momentum yang tepat untuk melakukan transformasi.

“Situasinya sangat mendukung dan kami harapkan transformasi dapat diselesaikan lebih cepat dari apa yang kami rencanakan dalam roadmap transformasi digital kita.” kata Arif.

Penyumbang bahan: Mela Syaharani

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait