Cek Fakta: Vaksin Sinovac Tidak Manjur Melawan Covid-19?

WHO telah menyetujui penggunaan darurat vaksin Sinovac. Ini membuktikan keamanan dan efektivitas vaksin tersebut.
Safrezi Fitra
20 Agustus 2021, 14:25
vaksin, vaksin sinovac, sinovac, vaksin cina, vaksin tiongkok, cek fakta vaksin
ANTARA FOTO/Aji Styawan/aww.
Vaksinator menunjukkan vaksin COVID-19 Sinovac saat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 gelombang II di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Senin (22/2/2021). Pada vaksinasi gelombang kedua yang diprioritaskan kepada petugas pelayanan publik Pemprov Jateng (Aparatur Sipil Negara), TNI, Polri, pejabat BUMD, wartawan hingga atlet itu, Pemprov Jateng menargetkan minimal 1.000 penerima vaksin dalam satu hari.
GNI: Keliru
 

 

Pesan berantai yang meragukan khasiat vaksin Covid-19 kembali beredar. Kali ini, vaksin Covid-19 yang diproduksi Tiongkok, Sinovac diklaim tidak manjur.

Pesan yang berisi klaim tersebut dibagikan di aplikasi media sosial WhatsApp, dan telah beredar sejak bulan lalu.

Pesan berantai itu menyertakan juga tautan berita dari sejumlah media yang meragukan keampuhan vaksin Sinovac.

Advertisement

Berikut isi pesan tersebut:

BREAKING NEWS..!!

CHINA AKUI VAKSIN SINOVAC BUATANNYA TIDAK MANJUR

Lah trus..,

Pembuatnya saja mengakui vaksin Sinovac buatannya kurang manjur.., tapi Indonesia malah memborongnya..??

China akan beralih ke vaksin Pfizer dan Moderna.

Keputusan China yang tak lagi menggunakan vaksin Sinovac buatannya dan akan sepenuhnya beralih menggunakan vaksin Pfizer dan Moderna ini membuat dunia geger.

Kasus Covid-19 melonjak.., efektivitas vaksin Sinovac kembali dipertanyakan.

Singapura tak akui Sinovac.

Singapura ragukan vaksin Sinovac.., kasus di Indonesia jadi Rujukan.

Cek Fakta Vaksin Sinovac Tidak Manjur

 

Penelusuran Fakta

Menanggapi pesan berantai yang meragukan efektivitas vaksin Sinovac, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi angkat bicara. Nadia menegaskan vaksin Sinovac masih efektif untuk mencegah penularan.

Ia menjelaskan, dalam uji klinis tahap tiga di Bandung, Jawa Barat, hasil efikasi vaksin Corona Sinovac sebesar 65,3%. Vaksin Sinovac juga sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Melansir Antara, Konselor bidang Sains dan Teknologi Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Yi Fanping, mengatakan negaranya masih konsisten mementingkan keamanan dan efektivitas vaksin. Hingga kini pun Tiongkok masih menggunakan vaksin CoronaVac yang dibuat oleh Sinovac dan vaksin Sinopharm.

Selain itu, organisasi kesehatan dunia (WHO) juga telah menyetujui penggunaan Sinovac. Izin ini menunjukkan vaksin tersebut telah memenuhi standar internasional untuk keamanan, efikasi, dan proses produksinya.

Lalu, menurut WHO, berdasarkan informasi dari produsen, vaksin CoronaVac terbukti 51% efektif melawan infeksi simtomatik. Vaksin ini juga terbukti 100% efektif terhadap penyakit parah dan yang perlu perawatan rumah sakit.

Berdasarkan Databoks, Duke Global Health Innovation Center mencatat, sebanyak 495,8 juta dosis vaksin Sinovac telah dibeli oleh 27 negara, hingga 28 Mei 2021. Indonesia merupakan negara pembeli terbanyak, yakni 125,5 juta dosis. Diikuti Turki dan Brasil yang sebesar 100 juta dosis.

Kesimpulan

Klaim informasi yang menyatakan vaksin Sinovac tidak manjur dan Tiongkok sudah beralih menggunakan vaksin lainnya adalah tidak benar. Pesan berantai tersebut juga sudah dinyatakan hoaks atau informasi yang keliru oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI.

Hingga kini Tiongkok masih mewajibkan warganya vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac. Sementara, vaksin Pfizer digunakan sebagai booster bagi yang sudah divaksinasi secara penuh di negara tersebut.

 

Alfida Febrianna (Magang)

Konten cek fakta ini kerja sama Katadata dengan Google News Initiative untuk memerangi hoaks dan misinformasi vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia.

google news initiative x katadata
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait