Akuisisi MatchMove Indonesia, M Cash Bisnis Dompet Elektronik

"Kalau pesawat terbang ada berbagai merk, tetapi yang membuat pesawatnya sendiri Boeing dan Airbus. Nah, kami menjadi Boeing dan Airbus," kata Jahja
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
20 November 2017, 19:32
ekonomi digital
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

PT M Cash Integrasi Tbk bersama dengan PT Kresna Graha Investama resmi memiliki saham PT MatchMove Indonesia. Kedua perusahaan tersebut masing-masing mengakuisisi 14,81 persen sahamnya dari perusahaan Singapura, MatchMove Pay Pte Ltd.

Managing Director Kresna Suryandy Jahja menjelaskan kerja sama ketiga lembaga ini akan memperkuat bisnis pasar keuangan dan financial technology (fintech). Dengan kolaborasi ini, ketiga perusahaan akan membangun sistem pembayaran digital (e-wallet) sendiri. Bisnis yang ditawarkan adalah dengan menjual e-wallet ini agar bisa digunakan oleh perusahaan lainnya. 

"Kalau pesawat terbang ada berbagai merk, tetapi yang membuat pesawatnya sendiri Boeing dan Airbus. Nah, kami menjadi Boeing dan Airbus tersebut, kami build pesawatnya," ujar Jahja di Kresna Tower, Jakarta, Senin (20/11). (Baca: Perusahaan Digital MCash Targetkan Laba Naik 7 Kali Lipat Tahun Depan)

Jahja mengklaim dengan e-wallet ini, pengguna bisa transaksi di negara manapun hanya dengan satu kartu atau perangkat yang telah terintegrasi dengan sistemnya. Saat ini MatchMove Indonesia telah bekerja sama dengan pihak Mastercard.

Dia mencontohkan, belanja online di platform luar negeri seperti Amazon, pembelinya tidak akan bisa melakukan pembayaran melalui platform e-wallet lokal yang banyak berkembang saat ini. Namun, dengan e-wallet milik MatchMove, transaksi pembayaran tersebut bisa dilakukan.

Selain itu, berbagai perusahaan yang menggunakan e-wallet-nya ini pun akan mendapatkan berbagai kemudahan. Contohnya, perusahaan yang mau membangun e-wallet tidak perlu memulai dari dasar. Hanya tinggal bekerja sama dengan MatchMove Indonesia untuk memiliki e-wallet sendiri. Dengan begitu, perolehan izin pun bisa lebih cepat didapatkan.

Jahja juga menambahkan tingkat keamanan dari e-wallet-nya ini telah teruji. "Tidak mungkin Mastercard kerja sama dengan (perusahaan) yang security level-nya kurang," ujar Jahja. (Baca: BI Akan Lakukan Kajian Sebelum Adopsi Sistem Blockchain)

Jahja mengaku saat ini pihaknya masih mengurus perizinan yang diperlukan kepada Bank Indonesia (BI). Akan tetapi, hal tersebut diyakini akan berjalan dengan cepat, lantaran telah ada kerja sama dari pihak perbankan dan sistem pembayaran internasional seperti Mastercard. Kolaborasi ini pun juga akan mendatangkan keuntungan bagi seluruh stakeholder terkait.

"MatchMove Indonesia juga diuntungkan dengan pemanfaatan infrastruktur digital dan ekosistem milik Kresna, termasuk lebih dari 9 juta pengguna," ujar Jahja.

Sementara itu, Direktur Utama M Cash Matin Suharlie mengatakan dengan kerja sama ini, perusahaannya akan mendapatkan kepastian produk di masa mendatang. "M Cash adalah distribution channel. Apapun produk yang dikeluarkan MatchMove akan didistribusikan di seluruh jaringan distribusi kami," ujarnya.

(Baca: Hadapi Fintech, Bank Didorong Kembangkan Layanan Digital)

Video Pilihan

Artikel Terkait