Kembangkan Usaha, Fintech Perlu Gandeng Bank Konvensional

"Fintech bukanlah kompetitor bank konvensional, justru harusnya bersinergi melalui kemitraan," ujar Atria
Miftah Ardhian
22 September 2017, 18:52
Fintech
Arief Kamaludin (Katadata)

PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengungkapkan pentingnya kerja sama antara perusahaan rintisan (startup) di bidang financial technology (fintech) dan perbankan konvensional. Hal ini perlu dilakukan untuk mengembangkan usaha fintech itu sendiri, sekaligus memberikan manfaat kepada perbankan.

Head of Corporate Communication Danamon Atria Rai mengungkapkan perkembangan teknologi khususnya di sektor finansial membuat banyaknya perusahaan jasa keuangan berbasiskan teknologi bermunculan. Namun, kehadiran perusahaan fintech ini tidak boleh dijadikan sebagai kompetitor oleh perbankan konvensional.

Atria menekankan perlunya kesadaran bagi bank konvensional ataupun perusahaan fintech  untuk saling bermitra guna mengembangkan usahanya masing-masing. "Fintech bukanlah kompetitor bank konvensional, justru harusnya bersinergi melalui kemitraan," ujar Atria saat ditemui di Menara Bank Danamon, Jakarta, Jumat (22/9).

Dengan bekerja sama, perbankan bisa memanfaatkan teknologi yang telah dimiliki oleh perusahaan fintech tersebut untuk menjangkau masyarakat yang umumnya masih sulit menjangkau akses perbankan konvensional. Sementara, dengan bekerja sama dengan bank, fintech juga akan semakin diminati oleh masyarakat khususnya terkait segi keamanannya yang semakin terjamin.

Advertisement

"Kalau sebagai nasabah pasti akan lebih nyaman jika bermitra dengan bank konvensional karena kan sangat regulated. Jadi ada keamanan di situ. Fintech ini belum diregulasi oleh pemerintah," ujar Atria.

Atria juga mengungkapkan Bank Danamon juga telah melakukan kerja sama dengan perusahaan fintech, yakni PT Investree Radhika Jaya (Investree). Perusahaan ini merupakan perusahaan fintech yang bergerak di bidang pinjam meminjam dana (peer to peer lending).

Dalam hal ini, Danamon dan Investree bekerja sama dalam menjalankan sistem cash management. Sistem ini merupakan fasilitas dalam melakukan pembayaran otomatis (automatic payment) dan automatic posting atau yang biasa disebut sebagai host-to-host service.

"Memang sejauh ini baru Investree. Ke depan tentu kami buka peluang bekerja sama dengan fintech lainnya sepanjang itu sejalan dengan perusahaan kami," ujar Atria. Namun, dirinya masih enggan menyebutkan perusahaan fintech mana lagi yang akan diajak bekerja sama.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait