Menkominfo: Investor Akan Percaya Kalau Jack Ma yang Bicara

Jack Ma mengambil peranan untuk menjelaskan kepada para investor di luar negeri.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
31 Agustus 2017, 20:13
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara
Arief Kamaludin | Katadata

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kembali menjelaskan alasan pemerintah memilih bos Alibaba yakni Jack Ma sebagai penasihat steering comittee peta jalan (road mape-commerce Indonesia. Dia mengatakan hal ini erat kaitannya dengan kepercayaan investor untuk masuk dan berinvestasi di Indonesia.

Rudiantara mengatakan pemerintah saat ini memiliki peta jalan e-commerce yang jelas diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik tahun 2017-2019. Dalam road map ini pemerintah menargetkan total transaksi e-commerce pada 2020 bisa mencapai US$ 130 miliar.

(Baca: Bos Alibaba, Jack Ma Resmi Jadi Penasihat E-Commerce Indonesia)

Perlu dukungan investasi yang besar untuk mengejar target tersebut, mengingat pada 2015, total transaksi e-commerce baru mencapai US$ 18 miliar. Mantan Direktur Utama Telkom tersebut menjelaskan Jack Ma mengambil peranan untuk menjelaskan kepada para investor di luar negeri. Dengan begitu, akan banyak investor yang percaya, apalagi dengan kompetensi Jack Ma.

"Kalau sekelas Jack Ma yang bicara mereka percaya," kata Rudiantara di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (31/8). 

Apalagi pemerintah saat ini memposisikan diri agar iklim e-commerce Indonesia masuk dalam lanskap internasional. Hal lainnya yang diharapkan dari Jack Ma adalah bagaimana mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memasok industri digital dalam negeri.

"Jangka panjangnya menjadikan Indonesia sebagai hub kegiatan ekonomi digital regional," kata Rudiantara. (Lihat Ekonografik: Menanti Petuah Jack Ma untuk Indonesia)

Dia merasa tidak ada masalah meski Jack Ma merupakan Warga Negara Asing (WNA), diangkat menjadi penasihat e-commerce di Indonesia. Dia juga memastikan Warga Negara Indonesia (WNI) tetap akan ada yang menjadi penasihat nantinya. Namun apabila dibandingkan, jumlahnya banyak yang internasional.

Pekan lalu Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution didampingi Rudiantara bertemu dengan Jack Ma di Beijing, Selasa (22/8). Rudiantara menyampaikan pertemuan dengan Jack Ma menindaklanjuti dikeluarkannya Perpres roadmap e-commerce. Dalam pertemuan di Beijing, Jack Ma menyatakan pentingnya membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang memberikan akses ke seluruh lapisan masyarakat dan penjuru negara.

(Baca: Jack Ma Jadi Penasihat, Menkominfo Minta e-Commerce Tak Perlu Resah)

Video Pilihan

Artikel Terkait