Bank Commonwealth Fokus Transformasi Digital Tahun Ini

"Kami akan lakukan transformasi, dari kantor cabang ke digital branch. Nantinya, kami akan membuatnya seperti meeting point nasabah," kata Presiden Direktur Bank Commonwealth Lauren Sulistiawati
Miftah Ardhian
2 Agustus 2017, 16:48
Bank Commonwealth
www.commbank.co.id

PT Bank Commonwealth Indonesia menyatakan akan fokus pada transformasi digital pada tahun ini. Bank asal Australia ini menilai transformasi ke layanan digital sangat dibutukan seluruh lembaga keuangan untuk meningkatkan inklusi keuangan ke seluruh masyarakat.

Presiden Direktur Bank Commonwealth Lauren Sulistiawati mengatakan berbagai transformasi digital telah dilakukan oleh perusahaannya. Salah satunya dengan mengubah beberapa kantor cabang konvensional menjadi kantor cabang digital. Saat ini, Bank Commonwealth telah memiliki satu kantor cabang digital di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

(Baca: Bank Mandiri Suntik Modal Startup Cashlez untuk Saingi Mesin EDC)

"Kami akan lakukan transformasi, dari kantor cabang ke digital branch. Nantinya, kami akan membuatnya seperti meeting point nasabah yang akan digunakan untuk edukasi, perkenalan, dan sharing tentang keuangan dan kapabilitas kami lainnya," ujar Lauren saat ditemui di Atrium Fx Sudirman, Jakarta, Rabu (2/8).

Selain itu, Lauren pun merencanakan untuk mengubah layanan perbankan Commonwealth ke sistem digital. Salah satu yang masih dalam tahap persiapan dan pengembangan yaitu penyaluran pinjaman atau kredit yang akan menggunakan sistem digital.

Dengan adanya layanan digital ini, nasabah hanya perlu mendatangi mesin-mesin yang tersebar tanpa harus datang ke kantor cabang konvensional. "Itu yang sedang kami kembangkan kedepannya. Sudah ada di pipe line (perencanaan)," ujar Lauren.

(Baca: Bank Tuding Banyak Kejahatan Transaksi Online karena Salah Nasabah)

Lauren mengungkapkan untuk saat ini salah satu terobosan yang sudah berhasil dijalankan adalah meluncurkan mesin Tyme Digital. Mesin ini merupakan platform pembukaan rekening yang dilakukan secara digital dan menyeluruh mulai dari pendaftaran, verifikasi, penerimaan kartu ATM, hingga pengaktifan layanan mobile banking, dan internet banking, hanya dalam waktu 10 menit.

Rencananya, mesin ini pun yang akan bisa digunakan masyarakat untuk mengajukan pinjaman. Saat ini, mesin tersebut baru diproduksi sebanyak 50 unit. Sebagian telah tersebar di wilayah Jakarta dan sebagian lainnya baru akan didistrubusikan pada bulan Desember ke Surabaya dan Bandung.

Head of Corporate Strategy & Digital Solutions Bank Commonwealth Rian Kaslan menjelaskan transformasi digital perusahaannya ini dimulai dengan peluncuran alat tersebut. Hingga saat ini Bank Commonwealth telah menggelontorkan uang sebesar US$ 5 juta untuk memproduksi mesin ini.

Nantinya, bank tersebut akan menambah investasinya untuk menambah jumlah mesin dan melakukan transformasi digital lainnya. "Ini baru langkah awal dengan kapabilitas kami saat ini," ujarnya. (Baca: Kembangkan Layanan Digital, BNI Anggarkan Rp 1 Triliun)

Head of Wealth Management & Digital Business Bank Commonwealth Ivan Jaya mengatakan transformasi digital dengan berbagai terobosan ini dilakukan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Dengan, mesin Tyme Digital dan kantor cabang digital, diharapkan masyarakat semakin mudah untuk mengakses perbankan, terutama untuk mencari pinjaman.

"Jadi bisa memberikan pinjaman untuk retail, UKM, dan kredit dengan sistem digital. Tapi langkah utama ini memang pembukaan rekening, karena bagaimana memiliki akses keuangan kalau tidak memiliki rekening," ujarnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait