5 Film Perang Terbaik, Penyabet Piala Oscar

Film perang memiliki kesulitan tersendiri dalam penggarapannya, baik dalam hal riset maupun editing. Beberapa faktor tersebut tak jarang membuatnya diganjar piala Oscar. Berikut 5 film perang terbaik.
Image title
15 September 2021, 10:50
Steven Speilberg sutradara yang berhasil menggarap film perang terbaik, yakni Schindler's List dan Saving Private Ryan, dan memborong piala Oscar.
ANTARA FOTOREUTERS/Henry Nicholls/Files/ama/dj
Steven Speilberg sutradara yang berhasil menggarap film perang terbaik, yakni Schindler's List dan Saving Private Ryan, dan memborong piala Oscar.

Film perang merupakan tontonan seru yang tak jarang memuat sejarah penting dalam adegannya. Potongan sejarah yang dibalut apik dalam konten fiksi itu didapat dari hasil riset seorang sineas maupun penulis skenario baik dari buku atau bertemu langsung dengan saksi sejarah pada masa itu.

Riset yang panjang, practical effect yang memakan banyak biaya, hingga proses editing yang memakan waktu tak jarang membuatnya diganjar penghargaan paling bergengsi bagi insan perfilman dunia, yakni Akademi Oscar.

Mengutip berbagai sumber, berikut 5 film perang terbaik yang pernah menyabet piala Oscar:

1. Saving Private Ryan (1998)

Saving Private Ryan dinominaskan untuk 11 kategori nominasi Oscar, 5 di antaranya berhasil dimenangkan, yakni Best Director, Cinematography, Film Editing, Sound Mixing, dan Sound Editing.

Film arahan sutradara kenamaan Amerika Serikat (AS), Steven Spielberg, ini menjadi salah satu film perang populer pada masanya. Mengangkat seting perang dunia ke-II, Spielberg menggandeng aktor-aktor papan atas, di antaranya Tom Hanks, Matt Damon, Vin Diesel, dan Edward Burns.

Film yang mengantongi rating sebesar 93% dari Rotten Tomatoes ini bercerita tentang Kapten Miller (Tom Hanks) bersama 6 pasukannya yang bertugas untuk membawa pulang seorang prajurit perang, Ryan (Matt Damon), yang kehilangan 3 saudaranya dalam perang dan diperintahkan untuk kembali ke AS oleh departemen peperangan Amerika Serikat.

Namun, misi tersebut tidak berjalan mulus. Tidak ada yang mengetahui dengan pasti keberadaan Prajurit Ryan. Alhasil, Miller dan pasukannya berkeliling area peperangan untuk mencari lokasi Prajurit Ryan. Dalam misi tersebut, satu persatu pasukannya berguguran.

2. Platoon (1986)

Film berdurasi 2 jam ini masuk dalam 8 nominasi piala Oscar dan sukses membawa pulang 4 di antaranya, yakni Best Picture, Best Director, Best Film Editing, dan Best Sound.

Ditulis dan diarahkan langsung oleh sutradara Oliver Stone. Film ini terinspirasi dari pengalaman sang sutradara semasa perang dan bertugas sebagai infantri Amerika Serikat di Vietnam.

Mengambil seting pada masa perang Vietnam, Platoon bercerita tentang seorang pemuda Amerika yang naif dalam berperang dan mengalami kehancuran psikoligis selama pertempuran berlangsung. Bukan hanya peperangan antar negara, konflik juga terjadi dalam unit pasukannya.

Film yang menggandeng nama-nama besar, seperti Charlie Sheen, Tom Berenger, William Dafoe, dan Forest Whitaker ini terpilih untuk dilestarikan di The United States National Film Registry oleh perpustakaan kongres sebagai film yang menampilkan sejarah, budaya, dan estetika secara signifikan.

3. 1917 (2019)

Film 1917 mendapatkan 10 nominasi di ajang Akademi Awards ke-92 dan memborong 3 di antaranya, yakni Best Cinematography, Best Sound Mixing, dan Best Visual Effects. Film ini juga meraih penghargaan sebagai Film Terbaik dan Drama dan Sutradara Terbaik dalam ajang Golden Globe ke-77 serta masih banyak lagi.

Film gubahan sutradara Sam Mendes ini megambil seting pada 6 April 1917. Saat itu, pengintaian udara mengamati bahwa pasukan Jerman, yang telah mundur dari sektor Front Barat di Prancis utara. Tidak hanya mundur, tetapi telah melakukan penarikan strategis ke Garis Hindenburg baru, di mana mereka sedang menunggu untuk menyerang seluruh pasukan Britania Raya dengan artileri.

Di parit Britania Raya, dengan terputusnya saluran telepon, dua tentara muda Britania Raya, Kopral William Schofield (George MacKay) dan Tom Blake (Dean-Charles Chapman), diperintahkan oleh Jenderal Erinmore (Colin Firth) untuk membawa pesan kepada Kolonel Mackenzie (Benedict Cumberbatch) dari Batalion Kedua Resimen Devonshire, agar membatalkan serangan terjadwal yang akan membahayakan nyawa 1.600 pasukan, termasuk kakak Tom, Letnan Joseph Blake (Richard Madden).

William dan Tom menyusuri tanah tak bertuan untuk menyampikan pesan tersebut. Sepanjang perjalanan keduanya dihantui oleh bayang-bayang kedatangan musuh yang tak dapat diprediksi.

4. Schindler’s List (1993)

Spielberg lagi-lagi menunjukan taringnya diperfilman Hollywood. Kali ini, sutradara alumni California State University ini mengangkat sejarah tentang kejamnya era Nazi di Jerman.

Schindler’s List terinspirasi dari kisah Oscar Schindler seorang pengusaha dan anggota Partai Nazi yang mengalami perubahan hati usai menyaksikan para pekerjanya dibantai oleh pasukan pimpinan Adolf Hitler dan memutuskan untuk menghabiskan kekayaannya untuk membantu orang-orang Yahudi Polandia melarikan diri dari dikirim ke kamp konsentrasi.

Film yang diperankan oleh aktor kawakan Hollywood, Liam Nesson, ini memborong 7 piala Oscar, yakni Best Picture, Best Director, Best Adapted Screenplay, Best Original Score, Best Film Editing, Best Cinematography, dan Best Art Direction. Tak hanya itu, film ini juga membawa pulang pengharagaan dalam ajang ACE Eddie Awards, BAFTA Awards, Golden Globe Awards, dan Chicago Film Critics Association Awards.

Schindler’s List memperoleh rating sebesar 8.9/10 dari Internet Movie Database (IMDb) dan 98% dari Rotten Tomatoes.

5. Braveheart (1995)

Mengangkat sejarah perang kuno, Mel Gibson berhasil membawa pulang piala Oscar usai membintangi dan menyutradarai kisah pejuang Skotlandia abad ke-13, William Wallace.

Cerita Film Braveheart bermula ketika raja Inggris, Edward Longshanks, menginvasi Skotlandia. Wallace memiliki terhadap Longshanks dan memimpin pemberontakan melawan kekuasaan sang raja Inggris.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait