PGN Siap Tampung 35% Produksi Gas Jambaran Tiung Biru

PGN mengaku siap menampung gas hasil produksi Lapangan Jambaran Tiung Biru untuk keamanan pasokan
Michael Reily
Oleh Michael Reily
25 September 2017, 19:28
PGN
Arief Kamaludin | Katadata

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. menyatakan siap menampung hasil produksi gas dari Lapangan Jambaran Tiung Biru. Kesiapan jaringan infrastruktur gas di Jawa Tengah dan Jawa Timur serta kebutuhan dalam beberapa tahun ke depan, menjadi alasan perusahaan ini berminat menjadi pembeli.

Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim menyatakan pihaknya ingin menyerap gas hasil produksi Lapangan Jambaran Tiung Biru untuk keamanan pasokan. “Harapannya ya 50-60 mmscfd (juta kaki kubik per hari),” kata Jobi usai acara peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek gas tersebut di Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (25/9).

Pertimbangan utama PGN adalah kesiapan jaringan infrastruktur gas yang terbentang dari Gresik ke Probolinggo dan Mojokerto ke Surabaya. Sudah ada jaringan yang mencapai ribuan kilometer siap mengalirkan gas untuk industri, komersial, rumah tangga, dan transportasi.

Menurut Jobi, harga yang dipatok pemerintah sebesar US$ 7,6 per juta british thermal unit (mmbtu) tidak menjadi masalah Karena perusahaannya telah mengkaji kebutuhan gas pada 2020 akan meningkat. Selain itu, pasokan gas dari lapangan konvensional sudah mulai berkurang.

(Baca: Proyek Jambaran-Tiung Biru Berhasil Hemat Biaya Rp 7,3 Triliun)

PGN akan mempertimbangkan produksi gas dari lapangan tersebut diubah menjadi cair atau LNG (liquefied natural gas). “Masalahnya apakah kami akan dapat lahan untuk membangun light base atau hanya membangun fasilitas plotting,” ujar Jobi.

Proyek Lapangan Jambaran Tiung Biru memiliki kapasitas produksi gas sebanyak 172 mmscfd. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), yang merupakan pembeli utama gas tersebut mendapat alokasi hingga 100 mmscfd. 

Sementara PGN menjadi pembeli terbesar kedua gas yang dihasilkan salah satu lapangan di Blok Cepu tersebut. Jobi juga mengungkapkan PGN akan mempertimbangkan skenario penggunaan gas dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). 

Dengan kesiapan membeli dari PLN dan PGN, hasil produksi gas Tiung Biru kemungkinan masih akan tersisa 12 mmscfd. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan mengungkapkan sisa gasnya bakal diatur sesuai permintaan. “Apakah mau diajukan untuk di-absorb oleh PGN untuk disalurkan ke industri atau pembangunan pabrik pupuk,” tuturnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait