PLN Akan Bangun Sistem Kelistrikan Bali Saingi Singapura

"Sekali-kali ada daerah yang saingi Singapura, yang reserve margin-nya tinggi"
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
5 Juli 2017, 19:36
Listrik
Katadata | Arief Kamaludin

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) ingin menyulap sistem kelistrikan di Pulau Bali menyerupai sistem yang ada di Singapura. Bali akan dijadikan salah satu daerah percontohan yang memiliki cadangan listrik yang tinggi. 

Direktur Regional Jawa Timur dan Bali PLN Amin Subekti mengatakan Bali merupakan area pariwisata yang membutuhkan keandalan pasokan listrik. "Sekali-kali ada daerah yang saingi Singapura, yang reserve margin-nya tinggi," ujar Amin saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (5/7).

Reserve margin  merupakan cadangan daya pembangki terhadap beban puncak. Untuk meningkatkan cadangan daya ini, PLN akan mengalirkan pasokan listrik dari Jawa ke Bali. Listrik ini akan dialirkan melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

(Baca: Bali Bangun Empat Infrastruktur Sambut Pertemuan IMF- World Bank)

Perusahaan setrum pelat merah ini akan membangun jaringan SUTET sepanjang  500 kilovolt (KV) yang mampu mengirimkan daya listrik hinga mencapai 2 ribu megawatt (MW). Rencana pembangunan SUTET ini juga sudah mendapat persetujuan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Tahun 2017-2026.

Menurut Amin dengan adanya pasokan dari Jawa Timur, ia yakin sistem kelistrikan di Bali akan semakin andal dan tidak perlu khawatir adanya pemadaman. "Kita nggak perlu deg-degan (khawatir adanya pemadaman listrik). Singapura kan tenang, enggak pernah ada masalah. Sekali-kali ada daerah yang gitu lah," kata dia.

Untuk menindaklanjuti rencana pembangunan SUTET 500 KV tersebut, PLN masih menunggu penetapan lokasi. Mengenai hal ini, Amin mengaku pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah Bali. (Baca: Pemerintah Susun Peta Jalan Pembangkit untuk Tingkatkan Produk Lokal)

Saat ini PLN telah membentuk tim yang tengah mempersiapkan pembebasan lahan untuk jalur transmisi. "Tim itu sedang identifikasi jalur-jalur. Mereka sedang bekerja dan mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada kesimpulan mengenai penetapan lokasi," ujar dia. 

Video Pilihan

Artikel Terkait