Pertamina: Tak Masalah Jika Total Menolak Tukar Aset

Tidak ada masalah bagi Pertamina Masih banyak aset di luar negeri yang dapat kami evaluasi untuk memenuhi kebutuhan migas domestik Indonesia
Safrezi Fitra
Oleh Safrezi Fitra
10 September 2015, 12:06
Pertamina
Donang Wahyu|KATADATA

KATADATA ? PT Pertamina (Persero) mengaku tidak keberatan jika Total E&P Indonesie menolak melakukan tukar aset terkait Blok Mahakam. Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan masih banyak blok migas lain yang menjadi incaran Pertamina di luar negeri.

"Tidak ada masalah bagi Pertamina. Masih banyak aset di luar negeri yang dapat kami evaluasi untuk memenuhi kebutuhan (migas) domestik Indonesia," kata dia kepada Katadata, beberapa waktu lalu.

(Baca: Kelola Blok Mahakam, Pertamina Mungkin Tak Dapat Aset Total)

Dia menolak memberitahukan nama blok migas di luar negeri yang sedang diincar oleh Pertamina. Alasannya ini bisa dianggap melanggar etika bisnis. Syamsu hanya menyebut di mana Blok tersebut berada seperti blok di Afrika,  Amerika Utara, Timur Tengah dan juga Asia Tenggara. Dia berjanji akan mengumumkan ke publik, jika Pertamina sudah mendapat kesepakatan bisnis untuk mengelola blok migas di luar negeri.

Awalnya pemerintah telah memutuskan memberikan pengelolaan Blok Mahakam 100 persen kepada Pertamina. Pertamina pun telah menyatakan siap untuk mengelola blok tersebut sendirian. Belakangan pemerintah memutuskan untuk membagi saham pengelolaan Blok Mahakam kepada Total dan Inpex Corporation sebesar 30 persen. Harapannya Total dan Inpex juga bisa membagi blok migas yang dimiliki di luar negeri.

(Baca: Perpanjang Kontrak Blok Migas, KKKS Bisa Tukar Aset dengan Pertamina)

Ternyata proses negosiasi pembagian saham ini pun berjalan alot. Total sempat meminta jatah sahamnya lebih besar dari yang ditentukan pemerintah. Namun, keputusan pemerintah sudah final dan tidak bisa menyetujui permintaan tersebut. Saat ini proses negosiasi tengah berlangsung. Pertamina sempat menyatakan bahwa Total sudah setuju dengan porsi saham yang ditetapkan pemerintah, tapi belum tentu setuju menukar asetnya di luar negeri untuk dapat porsi di Blok Mahakam.

Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro mengatakan tidak ada kewajiban bagi Total dan Inpex menyerahkan aset lain yang dimilikinya kepada Pertamina. Jadi, penukaran aset tersebut hanya tergantung kesepakatan semua pihak. "Itu dibicarakan business to business,? katanya.

(Baca: Pertamina: Total Menyetujui Skema Pembagian Saham Blok Mahakam)

Sementara Kepala Unit Pengendalian Kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widhyawan Prawiraatmaja mengatakan pemerintah menyerahkan semua keputusan ini kepada Pertamina. Kementerian memberikan kebebasan kepada Pertamina untuk membicarakan opsi tukar guling dalam negosiasi pembahasan Blok Mahakam bersama Total.

"Nanti Pertamina menentukan perhitungan korporasi secara komersial, yang optimal untuk perusahaan," ujar dia.

Reporter: Arnold Sirait

Video Pilihan

Artikel Terkait