Bangkitkan Rupiah, Luhut Akan Temui Investor dan Pengelola Dana di AS

Pemerintah perlu melakukan komunikasi yang baik dengan para investor demi mengangkat sentimen positif terhadap rupiah dan pasar modal.
Ameidyo Daud Nasution
18 September 2018, 21:47
Luhut Binsar Pandjaitan
Katadata
Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan akan mengunjungi Amerika Serikat (AS) pada 24 hingga 25 September mendatang. Selain bertemu para investor, dia akan mendatangi para pengelola dana atau fund manager untuk memaparkan kondisi Indonesia saat ini.

Dalam mempersiapkan kunjungannya ke AS, Luhut memanggil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani. Dia meminta masukan dari Thomas dan Rosan  mengenai perkembangan ekonomi termutakhir. "Saya mau bertemu investor (di AS)," kata Luhut saat dikonfirmasi tadi di kantornya, Jakarta, Selasa (18/9).

Thomas memberikan penjelasan lebih gamblang terkait rencana kunjungan Luhut ke AS. Dia mengatakan pemerintah perlu melakukan komunikasi yang baik dengan para investor demi mengangkat sentimen positif terhadap rupiah dan pasar modal. 

"Jadi memang harus diperhatikan sentimen pasar modal dan investor jangka pendek agar tidak terganggu," kata dia usai bertemu Luhut. Apalagi gejolak rupiah erat kaitannya dengan investasi jangka pendek.

Advertisement

(Baca: Pengusaha Targetkan 40% Dolar Hasil Ekspor Dikonversi ke Rupiah)

Menurutnya, dari sisi investasi jangka panjang, Indonesia saat ini masih tetap menarik bagi investor, lantaran fundamental ekonominya yang tetap oke. "Jadi cuma bicara strategi dan taktik komunikasi," kata Thomas yang merupakan mantan Menteri Perdagangan tersebut.

Sementara Rosan mengatakan dirinya tidak dapat menemani Luhut ke AS. Dia hanya bisa memberikan masukan kepada pemerintah agar iklim investasi di Indonesia tetap positif dan memancing aliran modal masuk ke dalam negeri. Selain itu, pertemuan Luhut akan membahas persiapan pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia. "Serta bertemu fund manager asing," kata dia.

(Baca: Sentuh 14.900, Rupiah Terimbas Eskalasi Perang Dagang AS)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait