Bank Mandiri Salurkan KUR ke UKM Nahdlatul Ulama

“Harapannya, bagaimana pesantren bisa mengangkat produk-produk yang bisa disalurkan ke luar,” kata Machrus
Image title
16 Juli 2018, 19:49
Bank Mandiri
KATADATA
Bank Mandiri

Bank Mandiri bekerjasama dengan PT Alfa Mas Persada dalam pemberian fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan kerja sama ini, Bank Mandiri akan menyalurkan KUR kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Mitra Kios Modern Nahdlatul Ulama (KimoNU).

Usaha kecil ini akan mendapatkan fasilitas pembiayaan usaha dengan batas nilai pinjaman tertinggi (plafon) hingga Rp 200 juta. Bunganya pun sangat rendah, hanya 7% per tahun. “Diharapkan, fasilitas ini dapat membantu Mitra KimoNU dalam memperbesar skala usaha serta meningkatkan ekonomi umat,” kata Pejabat Eksekutif bidang Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang di Plaza Mandiri, Jakarta pada Senin (16/7).

(Baca: Pemerintah Dorong Pesantren Kembangkan Industri Kecil)

 Alfa Mas Persada merupakan regulator dan koordinator program pengembangan Mitra KimoNU. Di dalamnya terdapat 27.229 pondok pesantren binaan NU yang tersebar diseluruh Indonesia. Pada tahap awal, fasilitas KUR ini dapat diakses oleh sekitar 1.000 mitra KimoNU di wilayah Jawa Barat dan kemudian diperluas ke wilayah lain di Indonesia.

Advertisement

Dalam kerja sama ini, Alfa Mas Persada akan menyediakan data mitra kios yang memiliki pengalaman transaksi yang baik, dalam 6 bulan terakhir. Selanjutnya, data tersebut akan digunakan Bank Mandiri untuk menentukan kios yang dapat memperoleh fasilitas KUR.

Donsuwan berharap kios- kios yang mendapatkan kredit bersubsidi ini bisa menjadi ruang percobaan bagi santri-santri dalam belajar bisnis. Bahkan dia yakin, ke depannya santri-santri tersebut akan menjadi mitra Bank Mandiri yang memiliki etika dalam berbisnis.

“Makanya kami sangat senang memberikan KUR ini,” katanya.  (Baca: Pemerintah Andalkan Dua Skema Penyaluran Kredit Rakyat Rp 120 Triliun)

Direktur Utama PT Alfa Mas Persada Machrus Alie mengatakan ada 9.420 pondok pesantren yang tersebar di daerah Jawa Barat. Targetnya, mereka akan menyalurkan KUR dari Bank Mandiri untuk 1000 pondok pesantren. Kriteria pesantren yang disasar adalah memiliki minimal 250 orang santri.

“Harapannya, bagaimana pesantren bisa mengangkat produk-produk yang bisa disalurkan ke luar,” katanya pada kesempatan yang sama.

Sepanjang enam bulan pertama tahun ini Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 8,52 triliun kepada 129.043 debitur. Dari nilai tersebut, penyaluran ke sektor produktif telah mencapai 41% dari total penyaluran atau sebesar Rp 3,30 triliun.

Lebih rinci lagi, penyaluran ke sektor pertanian sebesar Rp 1,62 triliun, sektor perikanan Rp 23,12 miliar, industri pengolahan Rp 382,4 miliar dan jasa produksi sebesar Rp 1,30 triliun.

(Baca juga: Semester I-2018, Penyaluran KUR Bank Mandiri Sudah 60%)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait