Medco Terbitkan Surat Utang Rp 1,2 Triliun

Obligasi dan sukuk ini mengalami kelebihan permintaan hingga Rp 490 miliar
Image title
5 Juli 2018, 18:04
Medco Energi
Arief Kamaluddin | Katadata
Medco Energi

PT Medco Power Indonesia resmi menerbitkan surat utang senilai total Rp 1,2 triliun.  Surat utang yang diterbitkan adalah obligasi Medco Power Indonesia I tahun 2018 senilai Rp 600 miliar dan sukuk wakalah Medco Power Indonesia I tahun 2018 senilai Rp600 miliar.

Direktur Utama Medco Power Eka Satria mengatakan selama periode masa penawaran, kedua instrumen ini mendapatkan kelebihan permintaan sebesar Rp 490 miliar atau 0,4 kali. "Kami mencatatkan oversubscibe. Sukuk wakalah ini merupakan penerbitan obligasi syariah pertama oleh entitas nonpemerintah di Indonesia," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/7).

Dana yang terkumpul dari pernerbitan surat utang ini akan digunakan untuk mengoptimalkan manajemen kas, pembayaran kembali atas utang anak perusahaan, belanja modal (capital expenditure/capex), dan pendanaan untuk pengembangan proyek ke depan.  Beberapa proyek yang akan dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau dengan kapasitas 275 megawatt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen berkapasitas 110 MW.

(Baca: Kapasitas Terpasang Pembangkit Panas Bumi Indonesia Lampaui Filipina)

Advertisement

Medco Power yang merupakan Anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk, menerbitkan obligasi dan sukuk, masing-masing dalam tiga seri.  Obligasi seri A bernilai Rp 279 miliar dengan tingkat bunga 9,75% untuk tenor 3 tahun. Obligasi seri B bernilai Rp 63 miliar dengan tingkat bunga sebesar 10,25% dan bertenor 5 tahun. Sedangkan obligasi seri C senilai Rp 258 miliar dengan tingkat suku bunga sebesar 10,75% untuk jangka waktu 7 tahun.

Adapun sukuk wakalah seri A senilai Rp 153 miliar dengan nisbah Rp 14,917 miliar per tahun (setara 9,75%) berjangka waktu 3 tahun. Seri B bernilai Rp 404 miliar dengan nisbah Rp 41,41 miliar per tahun atau ekuivalen 10,25% dan bertenor 5 tahun. Sementara, seri C senilai Rp 43 miliar dengan nisbah sebesar Rp 4,622 miliar per tahun atau ekuivalen 10,75% dengan tenor 7 tahun.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait