Sumbangan BUMN Terhadap APBN 2017 Mencapai Rp 351 Triliun

"Targetnya di 2018, pendapatan BUMN sebesar Rp 2.232 triliun (naik 10% dari tahun lalu) dengan laba sebesar Rp 218 triliun (naik 17,2%)," kata Imam
Image title
6 Juni 2018, 11:58
Rupiah
Arief Kamaludin|KATADATA

Seluruh perusahaan pelat merah tercatat membukukan total laba tahun lalu sebesar Rp 186 triliun. Capaian ini meningkat 26 persen dalam tiga tahun sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2014 lalu. Sementara, pendapatannya hanya naik 4 persen Rp 2.028 triliun.

"Targetnya di 2018, pendapatan BUMN sebesar Rp 2.232 triliun (naik 10 persen dari tahun lalu) dengan laba sebesar Rp 218 triliun (naik 17,2 persen)," kata Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Imam Apriyanto Putro saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/6).

Kepada anggota Komisi VI DPR, Imam menyampaikan bisnis yang dilakukan perusahaan negara telah berkontribusi cukup besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Tahun lalu total sumbangannya mencapai Rp 351 triliun.

Dia merinci kontribusi tersebut didapat melalui pajak sebesar Rp 211 triliun. Kemudian sumbangan melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 99 triliun dan dari hasil pembagian dividen sebesar Rp 41 triliun.

Advertisement

Targetnya, kontribusi BUMN untuk APBN tahun ini bisa mencapai Rp 362 triliun atau naik 3,1 persen dari kontribusi tahun lalu. Sumbangan pajak ditargetkan menjadi Rp 217 triliun, PNBP sebesar Rp 102 triliun, dan pembagian dividen ditargetkan menyumbang Rp 43 triliun.

Selain itu, Imam juga menyampaikan nilai kapitalisasi BUMN publik yang melantai di bursa saham pada akhir 2017 sebesar Rp 1.825 triliun. Porsinya mencapai 26 persen dari total kapitalisasi seluruh saham perusahaan di pasar modal. Targetnya, pada tahun ini BUMN berkontribusi sebesar 28,1 persen dari total kapitalisasi pasar dengan nilai Rp 2.197 triliun. 

Dari total BUMN yang melantai di bursa saham, empat di antaranya masuk dalam 10 besar perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). "Telkom Indonesia dengan nilai kapitalisasi Rp 447 triliun, Bank BRI sebesar Rp 444 triliun, Bank Mandiri sebesar Rp 369 triliun, dan Bank BNI sebesar Rp 183 triliun," ujar Imam.

Imam juga menyampaikan, pada 2017 masih ada 13 BUMN yang merugi dengan total Rp 5,2 triliun. Targetnya, pada 2018, BUMN yang merugi hanya menjadi 4 perusahaan dengan total kerugian Rp 263 miliar. Empat perusahaan tersebut adalah PT Iglas, PT Kertas Kraft Aceh, PT Kertas Leces, dan PT Merpati Nusantara Airlines.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait