Menko Darmin: Pasar Keuangan Yakin Pemerintah Dapat Atasi Terorisme

Darmin juga mengatakan lembaga pemeringkat keuangan juga telah mengerti situasi di Indonesia saat ini
Ameidyo Daud Nasution
17 Mei 2018, 11:08
Menko Perekonomian, Darmin Nasution
Arief Kamaludin|KATADATA
Menko Perekonomian, Darmin Nasution

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan maraknya aksi terorisme yang terjadi saat ini tidak terlalu berdampak terhadap ekonomi. Menurutnya pelaku pasar keuangan sudah tahu bahwa aksi seperti ini dapat dikendalikan pemerintah.

Mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut mengaku sempat khawatir aksi teror berdampak pada perekonomian. Namun pasar mengetahui bahwa situasi ini bisa tetap akan terkendali. "Kecuali ada perlawanan bersenjata boleh (pasar) risau," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/5).

(Baca: Keyakinan Investor di Bursa Tidak Terpengaruh Teror Bom Surabaya)

Hal yang sama juga terjadi pada para lembaga pemeringkat keuangan. Darmin menjelaskan lembaga jauh lebih mengerti situasi Indonesia saat ini. Dengan begitu, tidak perlu ada sesuatu yang dirisaukan, apalagi kekhawatiran mengenai peringkat investasi Indonesia karena teror bom.

Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta jajaran menteri dan kepala lembaga negara menyampaikan kepada dunia internasional bahwa saat ini Indonesia masih dalam kondisi aman. Pemerintah pun masih fokus bekerja, terutama dalam hal pembangunan.

"Narasi ke dunia internasional sangat penting sekali bahwa Indonesia aman," kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet tadi.

Jokowi juga meminta Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan meningkatkan penjagaan dan pengendalian keamanan. Apalagi, umat Islam akan menjalankan ibadah puasa mulai besok. Butuh suasana aman dan damai dalam menjalankan ibadah.

(Baca: Berdasarkan Pengalaman, Analis Yakin Teror Bom Tidak Tekan IHSG)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait