Bank Muamalat Bertemu 5 Calon Investor di Singapura

Image title
5 Mei 2018, 08:00
Kantor Bank Muamalat
Arief Kamaludin | Katadata
Kantor Bank Muamalat

PT Bank Muamalat Indonesia telah bertemu dengan lima calon insvestor di Singapura yang berminat menyuntikan modal ke perusahaan pada Kamis kemarin (3/4). Investor merupakan konsorsium dari beberapa negara Singapura, Malaysia, dan Timur Tengah.

"Mereka sangat antusias," kata Direktur Utama Bank Muamalat Achmad Kusna Permana di Muamalat Tower, Jakarta, Jumat (4/5).

(Baca: Bank BUMN dan Lembaga Pemerintah Minat Suntik Modal Bank Muamalat)

Achmad berharap investor ini masuk, sehingga bisa menambah modal usaha Bank Muamalat untuk ekspansi bisnis. Dia menjelaskan skema masuknya investor ini melalui penambahan saham (right issue). Targetnya, aksi korporasi ini bisa terlaksana pada semester ini.

"(Dengan suntikan dana investor) sehingga kami bisa berlari lebih kencang lagi dan menjadi lokomotif pertumbuhan industri syariah di Indonesia," katanya.

Achmad masih enggan menyebutkan siapa nama kelima investor tersebut. Dia hanya menegaskan masuknya investor harus selaraskan dengan perkembangan Bank Muamalat dan berdasarkan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

(Baca: OJK Sebut Bank Muamalat Hanya Butuh Tambahan Modal)

Hal ini untuk memastikan siapapun investor yang masuk ke bank syariah pertama di Indonesia ini benar-benar memiliki kemampuan secara finansial dan manajemen. Keahlian di bidang manajemen diperlukan untuk memajukan Bank Muamalat.

Terkait adanya kabar PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang tertarik menjadi investor dan menyuntik modal Bank Muamalat, Achmad belum mau berkomentar. "Komitmen kami setelah sign (penandatanganan), baru kami disclose (umumkan) siapa sebenarnya dan dari luar juga belum disclose siapa. Karena saya tidak boleh bicara," katanya.

(Baca: 2 Bank BUMN Belum Tertarik Suntik Modal Bank Muamalat)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait