Bank BUMN dan Lembaga Pemerintah Minat Suntik Modal Bank Muamalat

"Ini momentum dimiliki oleh Pemerintah Indonesia karena potensinya besar dan kesempatan ini bisa diambil dengan harga relatif murah," ujar Permana
Ameidyo Daud Nasution
12 April 2018, 11:17
Bank Muamalat
Katadata | Ihya Ulumudin

Bank Muamalat Indonesia berharap pemerintah bisa membantu mendukung permodalan. Bank syariah pertama di Indonesia ini menyebut beberapa bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lembaga pemerintah sudah menyatakan tertarik menyuntikan modal ke bank syariah pertama di Indonesia ini.

"Bisa lewat bank BUMN atau lewat lembaga pemerintah. Sudah ada yang sounding," kata Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana usai Rapat Kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR RI, Jakarta pada Rabu (11/4).

Sayangnya dia masih enggan menyebutkan nama bank BUMN dan lembaga pemerintah yang di maksud. Dia hanya mengatakan Bank Muamalat sudah melakukan pembicaraan dengan Bank BUMN tersebut dan pemilik sahamnya. (Baca: OJK Sebut Bank Muamalat Hanya Butuh Tambahan Modal)

Permana menjelaskan anak usaha bank BUMN di usaha syariah bisa langsung masuk sebagai investor. Mekanismenya, Bank Muamalat akan melakukan penambahan saham baru (right issue), kemudian bank BUMN bisa membeli saham tersebut.

Advertisement

Permana sangat berharap pemerintah bisa menyuntikan modal ke Bank Muamalat karena potensi tumbuhnya bank ini, sangat besar pada masa mendatang. "Mudah-mudahan ini momentum dimiliki oleh Pemerintah Indonesia karena potensinya besar dan kesempatan ini bisa diambil dengan harga relatif murah," ujar Permana.

Suntikan modal yang diperlukan oleh Bank Mumalat sebesar Rp 4,5 triliun. Dana ini akan digunakan untuk ekpansi bisnis dan memperbaiki rasio pembiayaan yang seret atau non performing finance (NPF) yang pada akhir tahun lalu sudah mencapai 4,43 persen.

(Baca: Bidik Investor Masuk di Semester 1, Muamalat Klaim Banyak Calon)

Dengan suntikian modal tersebut, Permana meyakini bisa mendorong pertumbuhan kredit Bank Muamalat menjadi sekitar 8 persen pada tahun ini. Sektor-sektor yang menjadi fokus Bank Muamalat berhubungan dengan Islam, baik ritel maupun korporasi.

"Karena dengan begitu akan menyebabkan kompetitor agak kagok. Karena orang kalau bicara segmen (Islami) itu, orang langsung top of mind-nya Bank Muamalat," kata Permana.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait