150 Nasabah Bank Mandiri Jadi Korban Skimming Rp 260 Juta

"Seluruh nasabah yang jadi korban skimming telah diganti uangnya Senin (19/3) malam, semua sudah selesai," kata Rohan
Image title
22 Maret 2018, 17:52
bank mandiri
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mengungkapkan saat ini sudah 140 orang nasabahnya yang menjadi korban perekaman dan penggandaan (skimming) kartu ATM/Debit. Total kerugian yang dialami nasabah akibat kejahatan ini mencapai Rp 260 juta.

Salah satu upaya Bank Mandiri mencegah kejadian serupa adalah dengan mengganti kartu debit nasabah dengan kartu baru yang berteknologi chip elektronik. Saat ini sudah 25 persendari total 17 juta nasabah Bank Mandiri yang memiliki kartu ATM ini.

"Ke depan, perubahan chip akan jadi feature security di kartu debit," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo di Plaza Mandiri, Jakarta pada Rabu (21/3).

(Baca: Transaksi Kartu Kredit Paling Sering Disalahgunakan)

Bank Mandiri akan terus melakukan sosialisasi kepada para nasabahnya untuk mengganti kartu ATM/Debitnya dari sebelumnya yang berteknologi pita magnetik (magnetic stripe) ke teknologi chip yang baru. Untuk migrasi teknologi ini Bank Mandiri harus mengeluarkan dana yang cukup besar.

Kartika mengatakan biaya pembuatan kartu berteknologi chip ini sebesar US$ 2 per kartu. Artinya, dengan total 17 juta nasabah, Bank Mandiri harus mengeluarkan dana hingga US$ 34 juta atau sekitar Rp 468 miliar. Belum lagi biaya untuk mengganti sistem dan memeriksa seluruh jaringan ATM-nya di seluruh Indonesia sebanyak 14 ribu unit.

Bank Indonesia (BI) memang mewajibkan bank untuk mengimplementasikan teknologi chip standar nasional untuk kartu debit/ATM, paling lambat 31 Desember 2021. Bank Mandiri juga akan mengupayakan migrasi ini bisa selesai sesuai jadwal yang ditetapkan BI.

(Baca juga: Rutin Ganti PIN Kartu ATM Tak Cukup Cegah Pembobolan Rekening)

“Sejalan dengan hadirnya GPN (Gerbang Pembayaran Nasional), kami akan arahkan 3 sampai 4 tahun kartu debit sudah diganti ke chip standar GPN," ujar Kartika.

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatakan pengalihan semua kartu debit dan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang mendukung chip, tidak lantas membuat praktik skiming hilang. Aksi kejahatan ini masih bisa terjadi, karena masih banyak bank yang menggunakan ATM.

Terkait kerugian nasabah yang terjadi saat ini, Sekretaris Perusahaan Bank mandiri Rohan Hafas mengatakan pihaknya sudah menggantinya. "Seluruh nasabah yang jadi korban skimming telah diganti uangnya Senin (19/3) malam, semua sudah selesai," ujarnya.

(Baca: Gelar Investigasi, BRI Janji Ganti Dana Nasabah yang Raib)

Video Pilihan

Artikel Terkait