Kunjungi Kalla, Jokowi Kembali Bahas Insentif Investasi

"Bicara banyak terutama soal investasi dan kedua adalah soal meningkatkan ekspor," kata Jokowi
Ameidyo Daud Nasution
27 Februari 2018, 09:58
Jokowi JK
Arief Kamaludin|KATADATA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali bertandang ke kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Senin kemarin. Seperti yang pernah dilakukan sebelumnya, Jokowi mengatakan dirinya dan Kalla membahas insentif untuk investasi dan ekspor sembari makan siang bersama kemarin.

Dia menjelaskan soal insentif itu akan kembali dimatangkan usai Kalla mengunjungi Afghanistan. Pagi ini Kalla berangkat untuk kunjungan kerja ke negara tersebut. "Nanti akan kami detailkan lagi apa yang harus dilakukan," kata Jokowi.

Awal bulan ini, keduanya juga sempat bertemu membahas pemerintahan mulai dari isu perekonomian hingga pelaksanaan Asian Games. Usai makan siang bersama, Jokowi mengatakan menu hidangannya adalah masakan Istri Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla. Dia juga menitikberatkan pertemuan tersebut dengan pembicaraan soal usaha meningkatkan investasi dan ekspor.

"Bicara banyak terutama soal investasi dan kedua adalah soal meningkatkan ekspor," kata Jokowi di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (26/2). (Baca: Sambangi Kantor Kalla, Jokowi Makan Siang Sambil Bahas Ekonomi)

Advertisement

Tentunya hal tersebut terkait erat dengan proses kemudahan berusaha. Jokowi mengatakan dirinya selalu mengingatkan para Menteri untuk segera menyederhanakan aturan yang selama ini menghambat investasi. Salah satu Kementerian yang telah menyederhanakan izin adalah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kementerian ini berhasil memotong 32 aturan.

"Saya kira Kementerian yang lain akan mengikuti," kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Menurutnya penyederhanaan aturan ini merupakan kunci untuk meningkatkan investasi.

Namun bukan saja soal ekonomi, dari keterangan sumber Katadata di pemerintahan, Jokowi juga meminta Kalla menjalankan program ekonomi dan Pemerintah. Sementara dirinya akan sering berada di luar Jakarta untuk mengejar target-target pemerintah yang akan berakhir tahun depan.

(Baca: JK Tolak Usulan Jadi Cawapres, Golkar Bebaskan Jokowi Cari Pendamping)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait