BTPN Syariah Targetkan Jadi Perusahaan Publik Pada Kuartal II-2018

"Cara yang paling baik untuk menjadi transparan adalah menjadi perusahaan publik," kata Jerry
Image title
14 Februari 2018, 18:00
BTPN
Arief Kamaludin|Katadata

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN) tengah mempersiapkan untuk melepas 10 persen kepemilikan anak usahanya BTPN Syariah di bursa saham. Targetnya, penawaran umum saham perdana Initial Public Offering (IPO) ini bisa dilakukan pada kuartal II tahun ini.

Direktur Utama BTPN Jerry Ng mengungkapkan salah satu alasan melepas saham BTPN Syariah ke publik adalah agar anak usahanya tersebut bisa lebih transparan. Dia berpendapat bahwa perusahaan yang bagus adalah perusahaan yang trasnparan.

"Cara yang paling baik untuk menjadi transparan adalah menjadi perusahaan publik. Kami sangat excited untuk proses IPO dari BTPN Syariah," kata Jerry di Menara BTPN, Jakarta, Rabu (14/2). Untuk lebih memudahkan proses IPO, BTPN akan terus mengarahkan dan memberikan pengalamannya kepada BTPN Syariah.

(Baca: Dimerger, Sumitomo dan BTPN Akan Masuk 10 Bank Terbesar di RI)

Advertisement

Meski sudah merencanakan IPO, BTPN belum mau mengungkapkan berapa target dana yang akan dihimpun dalam aksi korporasi ini. "Itu (target dana) nanti tergantung pricing segala macam. (Sekarang) belum ada," ujar Direktur Keuangan BTPN Arief Harris Tandjung.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kepatuhan BTPN Anika Faisal menjelaskan dana hasil IPO BTPN Syariah akan digunakan untuk ekspansi bisnis. Dengan begitu, BTPN memiliki ruang pendanaan baru, tidak hanya mengandalkan Dana Pihak Ketiga (DPK).

"Meramaikan pasar sukuk juga. Hari ini juga belum banyak pemain-pemain yang bisa terbitkan sukuk," ujar Anika.

Pada 2017, total aset BTPN Syariah tercatat mencapai Rp 10 triliun. Laba bersihnya tercatat sebesar Rp 670 miliar, atau naik 62 persen dari 2016. Sementara pertumbuhan pembiayaan BTPN Syariah tahun lalu mencapai 20 persen, menjadi Rp 6 triliun.

(Baca: Laba BTPN Turun 30% Imbas Investasi Digital dan Restrukturisasi)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait