Kredit Tumbuh di Atas Industri, BRI Raup Laba Rp 29 Triliun Tahun 2017

“Kami menargetkan di tahun 2018, kredit mampu tumbuh sebesar 10-12 persen dengan tetap fokus pada pemberdayaan UMKM,” kata Haru.
Image title
24 Januari 2018, 20:06
Suasana Stan BRI
Arief Kamaluddin | Katadata

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp 29,04 triliun sepanjang 2017, atau tumbuh 10,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perolehan laba tersebut tak lepas dari dari penyaluran kredit yang tumbuh 11,4 persen menjadi Rp 739,3 triliun.

Direktur Strategi Bisnis dan Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan penyaluran kredit BRI tahun lalu lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia. Penyaluran kredit terbesar disokong dari segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menegah (UMKM) sebesar Rp 551,9 triliun atau tumbuh sebesar 13,4 persen.

(Baca: Tumbuh 20%, BNI Raup Laba Bersih Rp 13,62 Triliun Sepanjang 2017)

“Penyaluran kredit didominasi oleh kredit UMKM sebesar 74,6 persen dari total keseluruhan kredit,” ujar Haru pada paparan kinerja Bank BRI sepanjang 2017 di Gedung BRI 1, Jakarta, Rabu (24/1).

Advertisement

Dirinya menjelaskan lebih detail soal penyaluran kredit kepada UMKM, kepada usaha mikro sebesar Rp 239,5 triliun, kredit konsumer Rp 114,6 triliun, kredit ritel dan menengah Rp 197,8 triliun. Sedangkan sisanya kredit korporasi Rp 90,3 triliun dan BUMN Rp 97,1 triliun.

BRI juga berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 69,4 triliun kepada lebih dari 3,7 juta debitur baru sepanjang tahun lalu. Haru mengklaim sebesar 41 persen penyaluran KUR ini digunakan untuk sektor produktif. (Baca: Pemerintah Andalkan Dua Skema Penyaluran Kredit Rakyat Rp 120 Triliun)

“Penyaluran kredit yang tumbuh double digit, bisa tercapai selaras dengan kinerja penghimpunan DPK (Dana Pihak Ketiga) yang tumbuh mencapai Rp 841,7 triliun atau tumbuh 11,5 persen,” ujarnya. Dana murah (CASA) pun masih mendominasi DPK dengan porsi 59 persen.

Sepanjang 2017, BRI mencatat rasio kredit bermasah (Non Performing Loan/NPL) naik dari 2,13 persen menjadi 2,23 persen. Namun, kata Haru, rasio NPL ini masih lebih rendah dari rata-rata perbankan.

Aset BRI pun tercatat sekitar Rp 1.126,2 triliun, naik 12,2 persen dari tahun 2016. Pendapatan berbasis biaya (fee base income) BRI tumbuh 13,2 persen, dari Rp 9,2 triiiun di akhir 2016 menjadi Rp 10,4 triliun di akhir 2017.

“Kami menargetkan di tahun 2018, kredit mampu tumbuh sebesar 10-12 persen dengan tetap fokus pada pemberdayaan UMKM,” kata Haru.

(Baca: Survei BI: Permintaan Kredit Meningkat, Bank Bersikap Selektif)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait