Usaha Mulai Bergerak, Kemenkeu Yakin Ekonomi Kuartal IV Tumbuh 5,3%

Suahasil mengatakan keyakinan ini didukung oleh investasi yang mulai terdapat tanda-tanda kenaikan.
Desy Setyowati
19 Desember 2017, 19:21
Pelabuhan ekspor
Katadata

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai 5,1 persen, lebih rendah dari asumsi sebesar 5,2 persen. Meski begitu, pemerintah harus mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen di Kuartal IV.

"Iyalah (masih optimistis capai 5,3 persen di Kuartal IV)," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara di kantornya, Jakarta, Selasa (19/12).

Dalam tiga kuartal sebelumnya, pertumbuhannya masih lebih rendah, yakni 5,01 persen di kuartal I dan kuartal II, serta 5,06 persen di kuartal III. Keyakinan pertumbuhan ekonomi kuartal IV bisa lebih tinggi dari tiga kuartal sebelumnya ini didukung oleh investasi yang mulai terdapat tanda-tanda kenaikan.

(Baca: Ekonomi Kuartal III Lima Negara ASEAN Melaju, Indonesia Tertinggal)

Advertisement

Indikasinya, ekspor yang meningkat hingga 17,26 persen di Kuartal III lalu. Seiring dengan itu, impor pun tumbuh 15 persen. Semua indikator yang cukup baik ini menandakan bahwa kegiatan ekonomi sudah mulai bergerak dan paling tinggi akan terjadi di kuartal terakhir.

"Harusnya multiplier effect-nya sudah mulai bekerja. Dia hire tenaga kerja lalu bayar upah, nanti jadi income rumah tangga yang sebagian jadi konsumsi dan jadi tabungan. Ini kami yakin mulai terjadi. Kami dorong terus," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga memproyeksi pertumbuhan ekonomi hanya finis di angka 5,1 persen pada akhir tahun ini. Sementara untuk tahun depan, ekonomi diproyeksi tumbuh di kisaran 5,3 persen atau kembali terkoreksi dari target dalam APBN 2018 yang ditetapkan sebesar 5,4 persen.

"Keduanya masih outlook (proyeksi), karena kuartal IV-2017 kan masih belum keluar. Nanti tetap kami lihat,” ujar Sri Mulyani.

(Baca: Jokowi: Ekonomi di Tahun Politik Bisa Tumbuh Lebih Tinggi 0,3%)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait