Bunga Rendah, ORI 014 Laris Dijual BCA

Hendra mengatakan investor yang membeli dari BCA masih cukup tertarik kepada produk ini.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
20 Oktober 2017, 18:53
obligasi ritel indonesia
KATADATA | Arief Kamaludin
obligasi ritel indonesia

PT Bank Central Asia (BCA) Tbk menyatakan telah menjual seluruh Obligasi Negara Ritel (ORI) seri 014 sesuai dengan jatah yang ditetapkan perusahaan tersebut. Perbankan swasta nasional ini berpendapat produk keuangan negara ini masih diminati, meski bunga yang ditawarkan cukup rendah.

Sekretaris Perusahaan Bank BCA Jan Hendra mengatakan perusahannya ikut serta sebagai agen penjualan ORI seri 014. Dari kuota yang diberikan sebesar Rp 3,1 triliun, emiten berkode saham BBCA ini pun berhasil menjual seluruh produk keuangan yang di keluarkan negara tersebut.

"Penjualan (ORI 014) memenuhi kuota yang telah diberikan," ujar Hendra saat dihubungi Katadata, Jakarta, Jumat (20/10). (Baca: Bunga Rendah, ORI 014 Diproyeksikan Tak Capai Target)

Hendra mengatakan investor yang membeli dari BCA masih cukup tertarik kepada produk ini. Dia mengakui bahwa bunga yang ditawarkan pemerintah untuk ORI 014 cukup rendah. Tetapi, tidak menjadi permasalahan besar dalam penjualan oleh BCA. Meski rendah, bunga ORI 014 masih lebih besar dibandingkan dengan produk perbankan, yakni deposito.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan penentuan bunga dilakukan dengan melihat pasar sekunder. Dia juga optimistis investor masih tertarik membeli ORI meski bunganya rendah saat ini.

Dari hasil pemantauan pada 26 September 2017, imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) yang memiliki tenor tiga tahun, setara dengan ORI 014, hanya 5,8%. Sedangkan, yang memiliki tenor 5 tahun dikisaran 5,93-5,94%. Bahkan sejak awal tahun, produk SBN dengan tenor 10 tahun sudah mengalami penurunan yield hingga 168,5 basis poin (bps).

"Sehingga, tingkat bunga 5,85% ini masih sesuatu yang positif. Saya kira masih menarik lah," ujar Robert. (Lihat Databoks: Dengan Kupon 5,85 Persen, ORI014 Menarik Bagi Investor?)

Alasannya, inflasi yang di bawah 4% dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5% dinilai cukup menggambarkan makro ekonomi yang baik. Di sisi lain, hal ini diperkuat dengan defisit anggaran yang terkendali dan rasio utang pemerintah yang dinilai masih cukup rendah. 

Robert mengatakan 19 agen penjual ORI 014 yang terdiri dari 18 perbankan dan 1 perusahaan efek memproyeksikan transaksi sebesar Rp 13,4 triliun. Nilai ini berada di bawah ekspektasi pemerintah pada awal tahun yakni sebesar Rp 20 triliun. Namun, kekurangan ini bisa ditutupi oleh lelang SUN dan SBSN yang masing-masing masih akan berlangsung 4 kali sampai akhir tahun ini.

"Karena original target kami Rp 20 triliun. Tapi penyesuaian ini sesuatu yang gampang kami olah dengan adanya lelang," ujarnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait