Wika dan Jasa Marga Akan Terbitkan Obligasi Global Rupiah Tahun Ini

"Targetnya Jasa Marga lebih dulu yang akan ditawarkan pada first week of (pekan pertama) November," ujar Rini
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
28 September 2017, 16:47
Bursa saham
Katadata | Arief Kamaludin

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan dua perusahaan pelat merah yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk akan menerbitkan obligasi global dalam mata uang rupiah. Obligasi yang dinamakan 'Komodo Bonds' ditargetkan akan terbit tahun ini.

Menteri BUMN Rini mengungkapkan sebenarnya ada tiga perusahaan pelat merah yang persiapkan untuk menerbitkan Komodo Bonds. Selain Wijaya Karya (Wika) dan Jasa Marga, ada juga PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Namun, untuk tahun ini hanya ada dua perusahaan yang siap.

"Mungkin tahun ini dua, Wika dan Jasa Marga. Jadi targetnya Jasa Marga lebih dulu yang akan ditawarkan pada first week of (pekan pertama) November," ujar Rini saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (28/9).

Sementara Perusahaan Listrik Negara (PLN) ditargetkan akan terbit pada kuartal pertama tahun 2018. Rini mengaku bahwa penerbitan obligasi global ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Terutama proses mendapatkan rating surat utang dari lembaga pemeringkat internasional.

Penerbitan obligasi global berdenominasi rupiah ini belum pernah dilakukan oleh perusahaan Indonesia. Langkah ini dilakukan karena banyak investor global yang tertarik berinvestasi dengan membeli obligasi bermata uang rupiah, tapi tidak mau transaksinya di dalam negeri. Langkah ini juga meniru kesuksesan beberapa negara yang telah menerbitkan produk serupa sebelumnya.

Rini mencontohkan, seperti Tiongkok yang menerbitkan Dim Sum Bonds. "Jadi kenapa kami tidak bisa. Kebanyakan juga soal infra. Jadi baru kemarin roadwshow, ternyata mereka (investor) tertarik," ujar Rini. (Baca: Dana Asing di Bursa Saham Diprediksi Beralih ke Pasar Obligasi)

Sementara itu, Direktur Wholesale Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan saat ini merupakan momentum yang tepat bagi korporasi memperluas akses pendanaan ke pasar internasional. Hal ini didukung oleh predikat layak investasi (investment grade) yang diberikan oleh credit rating agency internasional yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara destinasi investasi investor global. 

Sejumlah negara berkembang telah sukses menerbitkan instrumen surat utang global berdenominasi Iokal dan mendapatkan sambutan positif dari investor global. Beberapa diantaranya adalah Filipina dengan Global Peso, Tiongkok dengan Dim Sum Bonds, dan India dengan Masala Bonds.

"Mandiri Group akan mendukung (pembangunan infrastruktur) melalui pendanaan luar negeri, salah satu peluang pendanaan tersebut adalah Global IDR Bonds ini," ujar Royke.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir berharap instrumen obligasi global berdenominasi rupiah ini dapat memberikan akses, sumber, serta diverisifikasi pendanaan bagi perusahaan-perusahaan lokal. Terutama yang bergerak di sektor infrastruktur yang membutuhkan dana besar.

"Sementara, bagi investor. instrumen ini memberikan diversifikasi portofolio yang berkualitas," ujar Silvano. (Baca: Obligasi Proyek Pertama Akan Diterbitkan Jasa Marga Bulan Depan)

Video Pilihan

Artikel Terkait