Bank BUMN Akan Turunkan Bunga Deposito Special Rate Jadi 6,35%

"Kami (Himbara) sekarang 6,35 persen, tapi belum berlaku. Belum ketok palu kapan (diberlakukan)," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo
Miftah Ardhian
25 September 2017, 21:35
BUMN Hadir Untuk Negeri
Arief Kamaludin|KATADATA
Menteri BUMN, Rini Soemarno, beserta Direktur Utama Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BNI menyerahkan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai tindaklanjut dari mandat pemerintah mengembangkan bisnis mikro dan kecil di Indonesia

Bank-bank pelat merah berencana menurunkan bunga deposito special rate dari 6,75% menjadi maksimal 6,35%. Rencana ini merupakan langkah Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) dalam merespons penurunan BI 7-Days Repo Rate menjadi 4,25 persen.

"Kami (Himbara) sekarang 6,35 persen, tapi belum berlaku. Belum ketok palu kapan (diberlakukan)," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo saat ditemui di Plaza Bapindo, Jakarta, Senin (25/9).

Dia mengatakan pihaknya bersama bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mendiskusikan rencana penurunan bunga deposito special rate ini. Alasannya, Kartika ingin agar pemahaman yang sama diantara pelaku perbankan ini agar penurunan bunga deposito ini bisa pefektif. Salah satu caranya yakni perubahan di batas atas bunga deposito (caping).

"Harus ada pengaturan pasar. apakah bentuknya caping atau apa kami serahkan ke regulator. Karena kalau tidak ada pemahaman yang sama di pasar, maka uang akan kabur ke bank-bank lain yang masih tinggi (bunga depositonya)," ujarnya. (Baca: 

Target Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Meleset Meski Bunga Acuan Rendah)

Kartika berharap penurunan bunga deposito special rate ini bisa turun sebelum akhir tahun 2017. Namun,  tetap menekankan, penurunan ini akan menunggu keputusan dari OJK terkait dengan aturan bunga deposito ini. Karena, dirinya khawatir, langkah ini menjadi tidak efektif lantaran nasabah hanya memindahkan dananya ke bank-bank lain yang tentunya membutuhkan likuiditas.

Selain itu, dia juga berharap pemerintah bisa semakin menurunkan suku bunga obligasi. Hal ini diperlukan agar tidak ada pengalihan atau shifting  besar-besaran dari deposito ke pasar obligasi. Karena apabila suku bunga antara kedua produk tersebut terlalu jauh, maka nasabah akan memilih instrumen investasi yang lebih menguntungkan.

Terkait penurunan suku bunga kredit, Kartika menjelaskan rata-rata Bank Mandiri telah memangkas bunga kreditnya menjadi single digit atau di bawah 10% Terutama di segmen korporasi yang menjadi inti bisnis Bank Mandiri, yakni di dikisaran 8%. Sementara, bunga untuk kredit mikro dan Usaha Kecil Menengah (UKM) masih berada di atas 10% masih belum bisa langsung diturunkan. Segmen ini yang akan menjadi fokus Bank Mandiri.

"Korporasi sudah di sekitar 8%, komersial 9-10%. Untuk (segmen kredit) mikro, kami ikut KUR. Jadi tidak ada masalah yang akan diturunkan di segmen UKM yang masih di atas 10 persen," ujarnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait