Obligasi Proyek Pertama Akan Diterbitkan Jasa Marga Bulan Depan

"Kami akan coba Oktober akhir ini project bond Jasa Marga," Deputi Direktur Penilaian Perusahaan Sektor Jasa OJK M. Maulana
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
11 September 2017, 11:45
Jasa Marga
Arief Kamaludin|KATADATA
Jasa Marga KATADATA|Bernard Chaniago

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan obligasi berbasis proyek (project bond) pertama di Indonesia akan diterbitkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Melalui anak usahanya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola jalan tol ini akan menerbitkan project bond pada akhir Oktober tahun ini.

Deputi Direktur Penilaian Perusahaan Sektor Jasa OJK M. Maulana menjelaskan kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur memerlukan alternatif. Salah satunya yang sedang dikaji adalah penerbitan project bond yang terdiri dari dua tipe. Pertama, yaitu brownfield bond yakni penerbitan surat utang yang berbasiskan proyek yang sudah jalan tetapi belum mendapat keuntungan.

Kedua, greenfield bond yakni penerbitan surat utang berbasiskan proyek yang belum dimulai pembangunannya. Kedua tipe project bond ini berbeda dengan obligasi pada umumnya, yakni menerbitkan surat utang terhadap proyek yang sudah menghasilkan keuntungan.

(Baca: Jasa Marga Incar Rp 2 Triliun dari Sekuritisasi Tol Jagorawi)

Maulana mengatakan pihak pertama yang akan melakukan penerbitan project bond ini adalah Jasa Marga melalui anak usahanya yang belum bisa disebutkan namanya. "Kami akan coba Oktober akhir ini project bond Jasa Marga," ujarnya usai memberikan pelatihan fungsi pengawasan OJK, di Hotel Grand Savero, Bogor, Sabtu (9/9).

Tipe project bond yang akan diterbitkan anak usaha Jasa Marga ini adalah brownfield bond. Anak usaha salah satu perusahaan pelat merah ini akan menerbitkan project bond ini berbasiskan salah satu ruas jalan tol yang dioperasikannya tetapi memang belum memperoleh keuntungan.

Menurutnya, penerbitan project bond dengan tipe greenfield bond masih belum bisa dilakukan. Maulana mengungkapkan, pihak OJK masih melakukan kajian dan ketentuan terkait penerbitan salah satu alternatif perolehan dana segar tersebut. Rencananya, tahun depan, aturan tersebut sudah bisa di keluarkan.

(Baca: Ketimbang Utang, BUMN Diminta Sekuritisasi Aset untuk Cari Dana)

Sebenarnya penerbitan obligasi berbasis proyek ini telah dilakukan oleh PT Hutama Karya (Persero). BUMN konstruksi tersebut telah menerbitkan obligasi berbasiskan proyeknya yang sedang dikerjakan yakni pembangunan proyek Tol Trans Sumatera.  Namun, obligasi yang diterbitkan Hutama Karya dan Jasa Marga berbeda.

"Kalau project bond sudah dilakukan Hutama Karya membangun Trans Sumatera, tapi kan proyeknya ada jaminan pemerintah," ujarnya.

Berdasarkan kabar yang beredar rencanannya, emiten berkode saham JSMR ini akan menerbitkan project bond senilai Rp 1,5 triliun. Project bond tersebut akan dibayar menggunakan pendapatan dari ruas tol milik Jasa Marga, yaitu Ulujami-Kebon Jeruk. Adapun, project bond ini telah mendapat peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.

(Baca: Danai Infrastruktur, Bahana Akan Terbitkan Reksa Dana Tol)

Reporter: Miftah Ardhian

Video Pilihan

Artikel Terkait