Bank BUMN Fokus Turunkan Bunga Kredit di Segmen Inti

Bank Mandiri berkomitmen memangkas bunga kredit korporasi dan BRI akan memangkas kredit UKM hingga menjadi di bawah 10%.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
6 September 2017, 18:19
Bank Mandiri
Agung Samosir|KATADATA
Bank Mandiri

Beberapa perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen untuk memangkas bunga kredit di segmen bisnis intinya hingga menjadi di bawah 10%. Perbankan pelat merah umumnya memiliki segmen kredit utama yang berbeda, seperti Bank Mandiri yang fokus pada korporasi dan Bank BRI di segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan perbankan khususnya bank pelat merah memang diharapkan menjadi contoh penurunan bunga kredit pasca pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI). Bank Mandiri pun berkomitmen untuk mengikuti arahan dari pemerintah tersebut.

Meski begitu, pemangkasan bunga kredit ini, kata Kartika, harus dilihat dari beberapa segmen kredit yang ada. Secara umum Bank Mandiri telah memangkas bunga kreditnya menjadi single digit, khususnya di segmen korporasi yang menjadi inti bisnisnya.

(Baca: Panggil Bos OJK dan BI, Jokowi Minta Bunga Kredit Turun)

Sementara, bunga untuk kredit mikro dan Usaha Kecil Menengah (UKM) masih berada di atas 10 persen dan masih belum bisa langsung diturunkan. "Kalau mikro kan ada Kredit Usaha Rakyat (KUR). Jadi, nanti fokusnya di UKM ya," ujar Kartika saat ditemui di Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (6/9).

Merespons pemangkasan BI 7-Days Repo Rate, Bank Mandiri menyatakan akan melakukan pemangkasan bunga deposito. Namun, pihak perbankan pada umumnya akan mengajukan perubahan di batas atas bunga deposito (caping) kepada regulator. "Kami mengusulkan ada perubahan di caping. Jadi, bunga depositonya turun dulu baru kami adjust di kreditnya," ujar Kartika.

(Baca: Bunga Acuan Turun, Bank Mandiri Bisa Turunkan Bunga Deposito 0,5%)

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengungkapkan sudah sejak tahun lalu menerapkan bunga single digit (di bawah 10%), tetapi dengan rata-rata tertimbang di segmen korporasi. "Jadi ada yang kena 11 persen, ada yang 8 persen. 11 persen misalnya karena dia anak (segmen) baru, kami belum kenal, risikonya lebih tinggi," ujar Rohan.

Selain itu, korporasi yag mendapatkan bunga lebih rendah biasanya memiliki kerja sama lainnya dengan Bank Mandiri. Dengan demikian, secara rata-rata tertimbang, Bank Mandiri diklaim telah memenuhi ekspektasi pemerintah dalam memberikan bunga single digit.

(Baca: Bunga Acuan Turun, Bankir Tak Bisa Segera Pangkas Bunga Kredit)

Berbeda dengan Bank Mandiri, Direktur Utama Bank BRI Suprajarto mengaku telah berkomitmen menurunkan bunga kredit menjadi single digit dalam waktu dekat. Penurunan ini akan dilakukan di segmen kredit UKM yang menjadi pangsa pasar terbesar BRI. Sedangkan, untuk segmen korporasi masih akan melihat perkembangan ke depan.

"Harapan pemerintah kan sebetulnya bukan untuk korporasi, tetapi terutama untuk UKM agar single digit. Insyaallah di pipeline kami memang arah ke sana," ujar Suprajarto.

Dia menjelaskan untuk korporasi masih akan sulit menurunkan bunga kreditnya, terutama di industri yang belum mengalami pertumbuhan yang signifikan. Akibatnya risiko semakin besar dan berpotensi meningkatkan kredit macet perusahaan. Meski begitu, dia mengaku sudah ada korporasi di industri tertentu yang mendapatkan bunga single digit.

Video Pilihan

Artikel Terkait