ATM Perbankan Terganggu, BI Bentuk Satuan Kerja

Tim ini akan mendukung jalannya sistem pembayaran perbankan agar dapat bekerja dengan baik dalam menyalurkan uang tunai.
Ameidyo Daud Nasution
28 Agustus 2017, 22:03
Bank Indonesia
Arief Kamaludin | Katadata

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan telah membentuk satuan kerja untuk merespon permasalahan yang menimpa sejumlah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perbankan. Tim ini akan mendukung jalannya sistem pembayaran perbankan agar dapat bekerja dengan baik dalam menyalurkan uang tunai.

"Untuk kliring, supaya tidak ada hambatan," kata Agus saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/8). (Baca: Ribuan ATM dan 126 Kantor Kas BCA Tak Beroperasi Akibat Satelit Error)

Seperti diketahui, ribuan ATM dan kantor beberapa perbankan nasional tidak bisa beroperasi akibat kerusakan yang terjadi pada satelit Telkom 1, tanpa adanya satelit cadangan yang mendukung. Masalah utamanya usia satelit tersebut yang sudah tua, sehingga rentan terjadi kerusakan. Satelit Telkom-1 telah digunakan selama 18 tahun sejak diluncurkan 1999. Sementara batas waktu operasi 15 tahun.

Agus meminta proses pemindahan persinyalan satelit dari Telkom 1 dapat segera dilakukan dan diharapkan bisa berfungsi dengan baik. Hal ini penting agar pengambilan uang tunai dari ATM sejumlah perbankan tidak terganggu. BI mencatat saat ini ada lima perbankan yang masuk dalam jaringan Satelit Telkom 1. (Baca: Telkom Minta Maaf, Gangguan Satelit Hingga 10 September 2017)

 Soal alternatif penggunaan satelit juga telah dibahas bersama BI, perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Apalagi saat ini masih ada dua satelit lagi yakni Telkom 2 serta Telkom 3 S yang dapat digunakan.

"Tapi (soal gangguan) ini akan dijelaskan Telkom karena mereka masih berbicara dengan vendor internasionalnya," kata Agus. (Baca: Tegur Telkom, Rudiantara: Satelit Sudah Uzur Tapi Tanpa Back-up)

Menteri Komunikasi dan Informatika (Rudiantara) menilai gangguan satelitTelkom-1 milik PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) dapat menjadi pelajaran bagi para operator. Rudiantara mengatakan, operator harus memiliki cadangan (back-up) untuk beroperasi sebelum terjadi insiden.

"Jadi sebenarnya mengingatkan kembali kepada teman-teman operator untuk selalu menyiapkan back-up. Siapkan solusi what if scenario," ujar Rudiantara. (Baca: ATM Offline Imbas Satelit Error, BI Jamin Sistem Pembayaran Aman)

 

Video Pilihan

Artikel Terkait