Indonesia-Singapura Tingkatkan Kerja Sama di Enam Sektor

Keenam sektor tersebut adalah pengembangan Kawasan Batam, Bintan, Karimun; investasi; transportasi; pariwisata; ketenagakerjaan; dan agribisnis
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
28 Juli 2017, 15:06
Darmin Nasution
Arief Kamaludin|KATADATA

Pertemuan bilateral tingkat Menteri asal Indonesia dan Singapura diharapkan bisa menghasilkan penguatan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama di 6 sektor tertentu. Kerja sama ini dinilai sebagai langkah pemerintah untuk meningkatkan investasi Singapura di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pada dasarnya Indonesia dengan Singapura secara rutin menggelar pertemuan bilateral, dari tingkat teknis hingga jajaran Menteri. Pertemuan ini membicarakan pokok-pokok atau realisasi kerja sama yang terjalin untuk dibawa ke Leadersihp Meeting untuk disetujui presiden masing-masing negara

Dalam pertemuan kali ini, Darmin mengatakan tengah membahas kerja sama di 6 sektor berbeda. "Satu mengenai kawasan Batam, Bintan, Karimun (BBK). Kedua, mengenai investasi. Ketiga, transportasi. Keempat, pariwisata. Kelima, tenaga kerja. Keenam, agribisnis," ujar Darmin usai acara The 7th Ministerial Meeting Of Six Economic Working Groups  The Republic Of Indonesia And The Republic Of Singapore, di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (28/7).

Menurut Darmin, kerja sama yang terjalin ini tidak berlangsung mendadak. Beberapa poin kerja sama telah dibicarakan sejak lama. Pertemuan kali ini hanya untuk mematangkan konsep dan isi dari working group yang telah berjalan dari kedua negara.

(Baca: Infrastruktur Membaik, Ketergantungan Ekspor ke Singapura Menurun)

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman mengatakan pihaknya masih belum bisa menjelaskan secara rinci terkait poin-poin kerja sama yang akan dibwa ke Leadership Meeting yang akan dihelat di bulan Septermber 2017 ini di Singapura. 

Dia sedikit menjelaskan mengenai enam sektor kerja sama yang dikatakan Darmin salah satunya pengembangan Batam, Bintan, dan Karimun. Terkait dengan Investasi, meliputi sektor energi, pelatihan vokasional, dan ekonomi digital. Rencananya PLN akan menjalin kerja sama dengan perusahaan Singapura untuk membangun pembangkit listrik skala kecil untuk melistriki beberapa wilayah Sumatera.

(Baca: Temui Luhut, Bos Temasek Ingin Tambah Investasi di Indonesia)

"Sektor transportasi ini terutama untuk mendukung pariwisata dan logistik. Karena Indonesia banyak ekspor buah dan sayuran," ujar Rizal. Di sektor pariwisata Indonesia dan Singapura akan menyiapkan pariwisata kapal pesiar untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, khususnya dari Singapura. 

Selain itu, terdapat pula komitmen investasi Singapura di kawasan industri Kendal. Namun, lagi-lagi Rizal enggan menjelaskan secara rinci terkait dengan investasi tersebut. Menurutnya, berbagai macam kerja sama dan realisasi investasi ini akan diumumkan langsung oleh petinggi kedua negara saat Leadership Meeting di Singapura pada September 2017 ini.

(Baca: Teken Perjanjian, Singapura Akhirnya Siap Buka Data Rekening WNI)

Video Pilihan

Artikel Terkait