Kredit Semester I Tumbuh 19%, Laba BTN Melejit 22%

"Pencapaian kinerja BTN ini semuanya rata-rata jauh di atas pencapaian industri perbankan," ujar Maryono
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
24 Juli 2017, 20:09
btn-bank-tabungan-negara-2.jpg

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyatakan kinerja keuangannya sepanjang paruh pertama tahun ini cukup baik. Bank pelat merah ini membukukan laba bersih sepanjang semester I-2017 sebesar Rp 1,27 triliun, meningkat 21,95 persen dari semester I-2016. 

Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan kinerja penyaluran kredit dan penghimpunan simpanan menjadi faktor pendorong perndapatan bunga bersih yang naik 14,13 persen menjadi Rp 4,2 triliun. Alhasil, perolehan laba bersih pada semester I tahun 2017 ini mencapai Rp 1,27 triliun. Adapun, posisi aset BTN pada pertengahan tahun ini telah mencapai Rp 224,06 triliun atau tumbuh 18,23 persen dari Rp 189,51 triliun.

"Pencapaian kinerja BTN ini semuanya rata-rata jauh di atas pencapaian industri perbankan," ujar Maryono saat konferensi pers, di Menara BTN, Jakarta, Senin (24/7). (Baca: Laba BNI Semester I Melonjak 47% Berkat Derasnya Penyaluran Kredit)

Terkait dengan penyaluran kredit, BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp 177,4 triliun atau naik 18,81 persen dari Rp 149,31 triliun paruh pertama tahun lalu. Pertumbuhan kredit ini mencapai dua kali penyaluran kredit rata-rata industri perbankan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan nasional hanya naik sebesar 8,77 persen pada semester I-2017.

Dari pencapaian penyaluran kredit secara umum tersebut, pertumbuhan ini masih ditopang peningkatan kredit perumahan. Secara total, penyaluran kredit perumahan BTN naik 17,68 persen dari Rp 135,74 triliun menjadi Rp 159,73 triliun pada pertengahan tahun ini. Secara rinci, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi menjadi penyumbang terbesar pada pertumbuhan kredit perumahan BTN.

Penyaluran KPR Subsidi BTN naik 28,34 persen dari Rp 49,86 triliun pada semester I-2016 menjadi Rp 63,99 triliun di semester I-2017. Selain itu, kenaikan juga terjadi di KPR Non-subsidi yang tumbuh 11,09 persen dari Rp 57,15 triliun menjadi Rp 63,49 triliun. Secara total, KPR dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) BTN tumbuh 19,13 persen sampai dengan akhir Juni 2017.

"Dengan demikian, BTN masih memimpin pangsa pasar KPR yakni sebesar 35,4 persen per Maret 2017 dan pangsa pasar KPR FLPP sebesar 95,77 persen per Juni 2017," ujar Maryono. (Baca: Kredit Bank Mandiri Tumbuh 11,6%, Rasio Kredit Seret Masih Tinggi)

Selain itu, BTN juga mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit konstruksi sebesar 18,2 persen dari Rp 19,95 triliun per Juni 2016 menjadi Rp 23,58 triliun pada bulan Juni 2017. Kredit non-perumahan pun juga mengalami pertumbuhan 30,15 persen dari Rp 13,57 triliun di pertengahan tahun lalu menjadi Rp 17,66 triliun di pertengahan tahun ini. 

Pada kuartal II tahun ini, BTN berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 159,12 triliun atau naik 18,26 persen dari posisi sebelumnya yakni Rp 134,55 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan giro, tabungan, dan deposito. Sampai dengan Juni 2017, giro BTN tercatat naik 25,97 persen menjadi Rp 41,73 triliun, tabungan naik 14,69 persen menjadi Rp 33,04 triliun, dan deposito naik 16,16 persen menjadi Rp 84,36 triliun.

Maryono mengatakan kinerja BTN yang cukup baik ini juga diikuti oleh Unit Usaha Syariah (UUS). Per kuartal II-2017, UUS Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 15,82 triliun, naik 27,15 persen dari Rp 12,44 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Asetnya pun mengalami pertumbuhan 22,33 persen menjadi Rp 19,33 triliun dari sebesar Rp 15,8 triliun. Alhasil laba bersih pun melesat 30,03 persen dari Rp 151,3 miliar pada Juni 2016, menjadi Rp 196,72 miliar di Juni 2017. 

Video Pilihan

Artikel Terkait