Tiga UMKM Binaan Kadin Siap Masuk Bursa Saham

Ketiga UMKM binaan Kadin telah memiliki aset sebesar Rp 28-30 miliar, bahkan ada yang mencapai Rp 50 miliar.
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
24 Juli 2017, 14:36
Pasar saham
Arief Kamaludin | Katadata

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan tiga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hasil binaannya akan bersiap melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Ketiga UMKM akan mencari pendanaan yang lebih besar melalui pasar modal.

Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani mengatakan pihaknya bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama meningkatkan minat investor atau pengusaha Kadin untuk masuk ke pasar modal. Bukan hanya perusahaan besar, UMKM juga menjadi fokus untuk bisa melakukan IPO.

Dia menjelaskan ketiga UMKM binaan Kadin ini bergerak di berbagai sektor, seperti pembuatan keripik dan juga pembuatan sambal. "Yang siap memang belum banyak. Infonya yang siap ada tiga lah," kata Rosan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (24/7).

Menurutnya, ketiga UMKM tersebut sudah memenuhi syarat untuk melakukan IPO, karena memiliki aset di atas Rp 10 miliar. Ketiga UMKM binaan Kadin telah memiliki aset sebesar Rp 28-30 miliar, bahkan ada yang mencapai Rp 50 miliar. (Baca: Bursa Efek Ulang Tahun Ke-25, Startup Didorong Bergabung)

Rosan mengaku belum tau secara pasti kapan UMKM ini akan mulai melakukan penawaran sahamnya. Yang jelas, untuk mendorong semakin banyaknya UMKM yang melantai di bursa, butuh kemudahan-kemudahan dalam proses melakukan aksi korporasi ini.

Kadin pun meminta kepada pihak BEI untuk bisa menegosiasikan kemudahan tersebut. Salah satu yang dibahas adalah kemudahan dalam segi pembiayaannya. Selain itu, Kadin Indonesia juga akan segera melakukan pembicaraan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kemudahan proses IPO.

Sementara itu, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, kerja sama antara Kadin dengan BEI adalah untuk meningkatkan perusahaan yang di bawah naungan Kadin untuk bisa masuk ke pasar modal. Sampai dengan saat ini, tidak sampai 50 persen perusahaan di bawah Kadin yang telah melantai di BEI.

Tito juga mengaku akan membahas secara lebih mendalam terkait dengan kemudahan-kemudahan dalam melakukan penawaran saham perdana, khususnya bagi UMKM. "Kami akan terus imbau dan dorong anggota Kadin dengan peraturan yang mempermudah," ujar Tito.

(Baca: Rini Pastikan Hanya 3 Anak Usaha BUMN yang Melantai di Bursa 2017)

Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022 Sandiaga Uno mengatakan potensi UMKM untuk bisa melantai di BEI sangat besar. Dirinya menjelaskan hasil survei dari Certified Practising Accountants (CPA) Australia, terhadap 3.000 UMKM yang ada di wilayah Asia-Pasifik.

"Hasilnya, Indonesia menunjukkan posisi yang sangat unggul dibandingkan kompetiornya, terutama di berbagai bidang ekonomi," ujar Sandiaga.

Ada beberapa keunggulan yang dimiliki UMKM Indonesia.  Pertama, kemampuan mengadopsi inovasi untuk meningkatkan usahanya. Kedua, UMKM Indonesia sangat memanfaatkan dengan baik perkembangan e-commerce. Ketiga, UMKM Indonesia juga menjadi juara dalam hal promosinya di media sosial.

"Kita mengalahkan Tiongkok, Hongkong, Vietnam, Malaysia, Australia. Indonesia juara di media sosial. Jadi saya percaya UMKM kita harus didorong go public untuk meningkatkannya. Karena ASEAN akan menjadi pasar yang besar," ujarnya. (Baca: BEI Dorong Startup dan UKM Cari Modal Lewat Bursa)

Video Pilihan

Artikel Terkait