Dukung Modal Ekonomi Kreatif, Bekraf Gandeng Perbankan

Miftah Ardhian
12 Juni 2017, 20:00
Festival Kreatif
Arief Kamaludin|KATADATA

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kerja sama ini untuk mengembangkan usaha pelaku ekonomi kreatif, namun tetap menguntungkan bagi semua pihak termasuk perbankan.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mendorong ekonomi kreatif untuk menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Masalahnya selama ini pelaku usaha ekonomi kreatif masih kesulitan mendapat akses permodalan dari perbankan.

(Baca: Badan Kreatif: UKM Berpotensi Melaju ke Pasar Global)

"Aset ekonomi kreatif tidak berwujud, sehingga perbankan sulit untuk menghitung risiko pemberian kreditnya. Karenanya, ekonomi kreatif ini sulit mengakses permodalan khususnya dari perbankan," ujar Triawan saat penandatanganan MoU tersebut, di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (12/6).

Melalui kerja sama ini, dua perbankan negara, BRI dan BNI siap menyediakan modal untuk bisnis ekonomi kreatif. Triawan menjelaskan kerja sama dengan BNI terkait dengan pemanfaatan produk dan jasa layanan bank tersebut bagi pengembangan usaha pelaku ekonomi kreatif. Bekraf akan menjembatani dan mempermudah pelaku usaha ekonomi kreatif mengakses produk dan jasa yang ditawarkan BNI untuk mengembangkan usahanya.

(Baca: OJK Turunkan Batasan Aset IPO agar Startup Bisa Masuk Bursa)

Kerja sama dengan BRI adalah pengembangan ekonomi kreatif di bidang kewirausahaan. Kerja sama yang berlangsung selama tiga tahun ini berupa pemanfaatan jasa layanan BRI, antara lain pemberian layanan, fasilitas kredit, serta penunjang peningkatan produktivitas usaha dan kesejahteraan pelaku ekonomi kreatif.

Sementara kerja sama dengan BPJS Kesehatan terkait pengembangan ekonomi kreatif dan optimalisasi program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Menurut Triawan, tujuan kerja sama yang berlaku sampai tiga tahun ini mendorong perluasan kepesertaan program JKN-KIS dalam rangka pengembangan ekonomi kreatif dan optimalisasi program JKN-KIS.

(Baca: Pemerintah Tawarkan Ekonomi Kreatif ke Investor Korea)

Deputi Akses Permodalan Bekraf Fajar Hutomo mengatakan lembaganya sangat menyadari produk dan jasa ekonomi kreatif memang tidak berwujud (intangible). Aspek terhadap akses permodalan pun menjadi satu elemen penting menjalankan usaha bagi pelaku ekonomi kreatif. 

Para lembaga yang menandatangani MoU ini dinilai mendapat keuntungan dengan menambah jumlah nasabah. "Kerja sama Bekraf dengan BRI dan BNI ini memanfaatkan jasa layanan perbankan untuk pengembangan usaha, produktifitas, dan kesejahteraan pelaku ekonomi kreatif. Sedangkan, dengan BPJS Kesehatan untuk jaminan kesehatan kepada para pelaku ekonomi kreatif," ujarnya.

(Baca: Sedia Rp 7 Triliun, Sinar Mas Mulai Bangun 'Silicon Valley' di BSD)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait