BI Bekali Diplomat Data Ekonomi untuk Promosikan Indonesia

"Sehingga 130 kantor setingkat Kedutaan Besar ataupun Konsulat Jenderal Indonesia dapat menceritakan bagaimana Indonesia kepada dunia," kata Gubernur BI Agus Martowardojo
Ameidyo Daud Nasution
3 Maret 2017, 17:54
Agus Bank Indonesia
Arief Kamaludin (Katadata)

Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sepakat bekerjasama dalam memberikan informasi perekonomian Indonesia. Informasi ini akan menjadi bekal bagi para diplomat untuk mempromosikan Indonesia kepada investor di negara tempat dia bertugas.

Menteri Luar Negeri Retno P. Marsudi mengatakan selama ini para diplomat Indonesia masih kekurangan informasi yang komprehensif mengenai data perekonomian Indonesia. Dia menganalogikan selama ini diplomat layaknya serdadu yang berjuang paling depan, tapi kekurangan amunisi berupa informasi untuk menjalankan tugasnya.

"Jadi ada kekurangan amunisi yaitu informasi sebanyak-banyaknya. Sulitnya bagaimana serdadu menyerang apabila amunisi tidak cukup," kata Retno dalam acara penandatanganan nota kesepahaman pihaknya dengan BI di Gedung Kemenlu, Jakarta, Jumat (3/3).

(Baca: BKPM: Ekonomi Indonesia Harus Selalu Seksi untuk Tarik Investor)

Dengan kerja sama ini akan memudahkan para diplomat tersebut mengundang invetor menanamkan modalnya di Tanah Air. Retno mengatakan selain data perekonomian nasional, para diplomat juga akan mendapatkan data-data perekonomian daerah. Hal ini tentunya akan memudahkan para diplomat menjajakan potensi daerah kepada calon investor.

Pertukaran informasi ini merupakan satu dari total lima area kesepahaman antar kedua pihak. Hal kedua yang disepakati adalah pembentukan tim BI dengan Kemenlu dalam pengelolaan persepsi ekonomi Indonesia. Ini juga termasuk kegiatan forum investasi di daerah dan melibatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kesepakatan ketiga, terkait upaya peningkatan posisi ekonomi Indonesia di tingkat bilateral. Hal ini untuk mengantisipasi pertemuan International Monetary Fund (IMF) - World Bank Annual Meeting, yang akan dilakukan di Bali pada tahun depan. 

(Baca: Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Lebih Kebal Dibanding Tetangga)

Ridwan mengatakan kesepakatan keempat adalah pelaksanaan hubungan internasional dan perluasan jaringan kerjasama perekonomian dengan negara lain. Sedangkan kesepakatan kelima, adalah peningkatan kapasitas pegawai kedua institusi.

"Total ada 5 area kerjasama yang mencakup 10 program," kata Staf Ahli Menlu Bidang Diplomasi Ekonomi Ridwan Hassan, yang ditemui pada kesempatan yang sama.

Mengenai kerja sama ini Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan pihaknya akan menyuplai para diplomat dengan penjelasan mengenai aspek moneter seperti neraca pembayaran dan utang luar negeri. Selain itu, mengenai kebijakan BI dalam menjaga sistem keuangan, peredaran uang, maupun sistem pembayaran akan dirangkum Kemenlu dan menjadi pegangan para diplomat.

"Sehingga 130 kantor setingkat Kedutaan Besar ataupun Konsulat Jenderal Indonesia dapat menceritakan bagaimana Indonesia kepada dunia," kata Agus.

Bukan saja Kemenlu yang akan mendapatkan manfaat dari BI. Agus mengatakan pegawai institusi bank sentral tersebut juga akan belajar kepada Kemenlu bagaimana caranya berdiplomasi. Ini diperlukan agar pegawai BI dapat ikut memberitahukan aspek perekonomian dengan baik ke dunia internasional maupun ke daerah.

"Memang kami kurang komunikasi tentang kebijakan yang yelah dikeluarkan. Ini semua untuk membuat investor percaya kepada Indonesia," kata Agus.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait