Jokowi Ingin Pamer pada Rapat Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali

"Saya minta jadi momentum untuk menunjukkan kepada dunia, ekonomi Indonesia," kata Jokowi
Ameidyo Daud Nasution
23 Februari 2017, 07:00
Jokowi
ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Presiden Joko Widodo meminta ajang pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia tahun depan dimanfaatkan sebagai ajang memamerkan kesuksesan Indonesia. Perekonomian Indonesia bisa tetap tumbuh dengan baik di tengah perlambatan ekonomi global.

Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar IMF-World Bank pada 2018. "Saya minta jadi momentum untuk menunjukkan kepada dunia, ekonomi Indonesia," kata Jokowi di kantornya, Jakarta, Rabu (22/2).

(Baca: Pemerintah Siapkan 3 Langkah Dongkrak Peringkat Kemudahan Bisnis)

Perekonomian Indonesia tumbuh 5,02 persen pada tahun lalu. Menurut Jokowi pertumbuhan ini merupakan merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Indonesia berada di posisi ketiga dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi diantara negara-negara berkembang lainnya.

Berdasarkan data Bank Dunia, posisi tertinggi dipegang oleh India dengan estimasi pertumbuhan tahun lalu sebesar 7 persen. Kemudian disusul oleh Cina yang pertumbuhan ekonominya mencapai 6,7 persen pada 2016.

Tahun ini Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,1 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan sebenarnya tahun ini Indonesia bisa tumbuh di atas target tersebut. Hal ini dikatakannya saat menghadap Jokowi beberapa waktu lalu.

"Bisa bergerak 5,4 sampai 5,7 persen, bahkan 5,8 persen, supaya bisa jadi pertumbuhan ekonomi 2018 (6,1 persen)," kata Darmin. (Baca: Dipanggil Jokowi, Darmin Yakin Ekonomi Bisa Tumbuh Sampai 5,8 Persen)

Selain ajang unjuk gigi, Jokowi juga berharap pertemuan IMF-World Bank bisa digunakan untuk promosi di sektor ekonomi. Beberapa contoh yang dimaksud adalah di sektor investasi, sektor pariwisata, serta sektor perdagangan dengan negara lainnya.

"Jadi kita gunakan untuk promosi secara sekaligus," katanya. Dalam perhelatan ini, sekitar 15 ribu tamu akan hadir dari 189 negara.

Mengutip situs worldbank.org, pertemuan tersebut akan dihelat di Nusa Dua, Bali, pada Oktober 2018. Indonesia sendiri didapuk sebagai tuan rumah, setelah berhasil mengalahkan negara lainnya seperti Mesir dan Senegal yang juga mengajukan diri sebagai tuan rumah.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait