BKPM Optimistis Realisasi Investasi Tahun Ini Melebihi Target

Jika menggunakan perhitungan dalam dolar, realisasi investasi asing (PMA) hingga kuartal III turun 1,4 persen
Safrezi Fitra
22 Oktober 2015, 15:31
BKPM
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengaku optimistis realisasi investasi tahun ini bisa melampaui target sebesar Rp 519,5 triliun. Ini mengacu pada realisasi investasi hingga kuartal III tahun yang sudah mencapai 77,1 persen dari target.

BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang Januari hingga September 2015 mencapai Rp 400 juta. Nilai ini meningkat 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 342,7 triliun. Peningkatan ini lebih disebabkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang melemah. Ini bisa dilihat dari penanaman modal asing (PMA) yang porsinya mencapai 67 persen dari total realisasi investasi.

Jika dihitung dalam dolar, sebenarnya realisasi investasi PMA yang dikumpulkan BKPM lebih rendah 1,4 persen dari periode yang sama tahun lalu. Total realisasi investasi sepanjang Januari hingga September tahun ini hanya US$ 21,4 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu sudah mencapai US$ 21,7 miliar.

Dengan mengacu pada perhitungan menggunakan rupiah, Kepala BKPM Franky Sibarani tetap optimistis target realisasi investasi tahun ini dapat tercapai. Apalagi target yang ditetapkan BKPM dihitung menggunakan rupiah.

"Kalau kami lihat profile-nya (hingga kuartal III), target bisa lah kami lampaui," kata Kepala BKPM Franky Sibarani saat jumpa pers di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (22/10).

investasi PMA BKPM Q3-2015
investasi PMA BKPM Q3-2015 (Katadata)

 

Franky mengatakan realisasi investasi tahun ini, menunjukkan arah kepada industri manufaktur yang semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan data realisasi investasi manufaktur yang memegang porsi hingga 43 persen. "Ini berarti kami bisa mendorong investasi ke sektor-sektor produktif dan bukan hanya konsumsi," ujarnya.

Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan menjelaskan realisasi investasi hingga kuartal III sebesar Rp 400 triliun, terdiri dari investasi PMA sebesar Rp 266,8 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 133,2 triliun.

"Untuk kuartal III, angka PMA mencapai Rp 92,5 triliun, sedangkan PMDN sebesar Rp 47,8 triliun," kata Azhar.

Berdasarkan sektor, investasi yang masuk lebih besar pada usaha telekomunikasi. Kemudian disusul sektor pertambangan, listrik, industri kimia, logam, serta elektronik. Sedangkan untuk lokasi Provinsi Jawa Barat masih menjafi provinsi paling menarik untuk investasi, disusul DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Jawa Timur, dan Banten.

"Untuk negara asal Singapura masih menjadi investor terbesar nomor satu US$ 3,5 miliar lalu Malaysia sebesar US$ 2,9 miliar, Jepang US$ 2,5 miliar, Korea Selatan US$ 1,1 miliar, dan juga US$ 900 juta," katanya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait