Presiden Perintahkan Pertamina Bangun Kilang

Perpres ini akan mengatur pembangunan kilang Bagaimana penugasan ke Pertamina bagaimana prosedur jika Pertamina harus menggandeng pihak ketiga
Safrezi Fitra
7 Juli 2015, 18:03
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Presiden Joko Widodo akan memerintahkan langsung PT Pertamina (Persero) untuk segera membangun kilang di dalam negeri. Saat ini Peraturan Presiden mengenai kilang ini sedang disiapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Kepala Biro Hukum Kementerian ESDM Susyanto mengatakan pembangunan kilang sangat penting untuk mendukung ketahanan energi nasional. Makanya pemerintah ingin pembangunan kilang bisa segera dilakukan.

"Perpres ini akan mengatur pembangunan kilang. Bagaimana penugasan ke Pertamina, bagaimana prosedur jika Pertamina harus menggandeng pihak ketiga, supaya batasan jelas," kata Kepala Biro Hukum Kementerian ESDM, Susyanto kepada Katadata, beberapa waktu lalu.

Legalitas penugasan kepada Pertamina ini sangat diperlukan agar pembangunan kilang bisa segera dilakukan. Jika tidak ada penugasan, maka Pertamina akan merasa tidak ada kewajiban untuk membangun kilang. Selama ini, sejak 1970, tidak ada satu pun kilang baru yang dibangun oleh Pertamina.

Jika pembangunan kilang ini diserahkan kepada swasta pun akan menyulitkan bagi pemerintah. Dalam hitungan bisnis, bisa saja pembangunan kilang dianggap tidak ekonomis. Pelaku usaha swasta akan meminta banyak kemudahan dan insentif untuk mau membangun kilang.

Pengalaman seperti ini sudah pernah terjadi. Beberapa tahun lalu investor dari Kuwait, Kuwait Petroleum Company dan Saudy Aramco Asia Company Limited dari Arab Saudi sempat menyatakan niatnya membangun kilang di Indonesia.

Niat ini tidak pernah terealisasi karena investor tersebut meminta banyak insentif seperti pembebasan pajak hingga 30 tahun dan penyediaan lahan. Pemerintah tidak bisa memenuhi permintaan tersebut dan investor tersebut pun membatalkan rencananya.

"Mungkin kalau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan lebih mudah mendapatkan insentif. Apalagi BUMN yang seratus persen milik negara," ujar Susyanto.

Tahun ini, Pertamina sebenarnya sudah memiliki rencana untuk membangun tiga kilang baru. Masing-masing kilang memiliki kapasitas sekitar 300.000 barel per hari. Dua kilang akan dibangun di Indonesia bagian barat dan satu lagi di Indonesia timur. 

Selain membangun kilang baru, Pertamina melalui program Refining Development Master Plan (RDMP), juga merevitalisasi empat kilang yang sudah ada. Keempat kilang tersebut berada di Balongan, Cilacap, Balikpapan, dan Dumai.

Reporter: Arnold Sirait
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait