Inflasi Juni 0,54 Persen, Lebih Rendah dari Prediksi

Bank Indonesia sempat mengkhawatirkan inflasi pada Juni 2015 akan tinggi karena momentum puasa dan menjelang lebaran
Safrezi Fitra
1 Juli 2015, 11:51
Katadata
KATADATA
Inflasi Juni naik jadi 0,54 persen didorong oleh kenaikan harga pangan menjelang lebaran.

KATADATA ? Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi selama Juni 2015 sebesar 0,54 persen, sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 0,50 persen. Sementara itu, angka inflasi tahun kalender periode Januari-Juni 2015 sebesar 0,96 persen dan inflasi tahunan per Juni 2015 sebesar 7,26 persen.

Meski naik, inflasi Juni masih lebih rendah dibandingkan taksiran awal. Bank Indonesia (BI) sebelumnya memprediksi inflasi Juni akan mencapai 0,6 persen hingga 1 persen. Begitu pula ramalan BPS yang mendekati prediksi inflasi versi BI. Sementara konsensus sejumlah analis memperkirakan inflasi berada di angka 0,65 persen.

BPS mencatat, inflasi Juni 2015 naik dari bulan sebelumnya gara-gara gejolak harga pangan (volatile food) saat memasuki puasa dan menjelang lebaran. Tapi, kalau mengacu masa puasa dan menjelang lebaran dalam beberapa tahun terakhir, Kepala BPS Suryamin menilai, inflasi pada Juni tahun ini masih lebih rendah. Pada 2010 inflasi Juni sebesar 0,97 persen. Sedangkan pada tahun 2011 hingga 2014 berturut-turut sebesar 0,55 persen, 0,62 persen, 1,03 persen, dan 0,43 persen. "Pengendalian harga cukup berhasil," kata dia di kantornya, Jakarta, Rabu (1/7).

Inflasi Juni 2015 ditunjukkan oleh kenaikan harga pada seluruh indeks kelompok pengeluaran. Perinciannya: kelompok bahan makanan 1,60 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,55 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,23 persen; kelompok sandang 0,28 persen; kelompok kesehatan 0,32 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,07 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,11 persen. 

Advertisement
Reporter: Desy Setyowati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait