Pemerintah Pastikan Pembangunan 13 Bendungan Tahun Ini

Empat bendungan telah dibangun awal tahun dan menyusul empat lainnya saat ini Sementara lima bendungan lain diharapkan akan mulai pembangunannya pada Agustus 2015
Safrezi Fitra
22 Juni 2015, 17:42
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan kesiapan pembangunan 13 bendungan baru pada tahun ini. Empat bendungan telah dibangun awal tahun, dan menyusul empat lainnya saat ini. Sementara lima bendungan lain diharapkan akan mulai pembangunannya pada Agustus 2015.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan hari ini pihaknya telah menandatangani kontrak empat bendungan dengan perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Keempat proyek bendungan tersebut adalah bendungan Karian (Lebak, Banten), bendungan Passeloreng (Sulsel), bendungan Tanju, dan juga bendungan Mila (NTB). Keempat bendungan tersebut menyusul bendungan Raknamo, Logung, Keureto, dan juga Lolak yang pembangunannya diresmikan awal tahun ini oleh Presiden Joko Widodo.

Pemerintah telah menyiapkan Rp 11,8 triliun untuk membangun 13 proyek bendungan di seluruh wilayah Indonesia tahun ini. 13 bendungan tersebut dapat mengairi 64.000 hektare lahan irigasi dan menghasilkan listrik dengan total kapasitas 28,43 megawatt.

Advertisement

Empat bendungan tahap pertama yang telah dibangun, nilainya mencapai Rp 4.04 triliun. Sedangkan nilai proyek dari empat bendungan yang baru ditandatangani kontraknya hari ini mencapai Rp 2,1 triliun. Basuki menargetkan penandatanganan kontrak lima bendungan lainnya, senilai Rp 5,6 triliun, akan dilakukan dua bulan ke depan.

"Kami harapkan pada tahun 2018 pembangunannya akan segera rampung, kata Basuki di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (22/6).

Pembangunan bendungan Karian ini menggunakan Kerjasama Operasi (KSO) antara Daelim Industrial Co. (Korsel), PT  Wijaya Karya (Persero) Tbk., dan juga PT  Waskita Karya  (Persero) Tbk. Sedangkan bendungan Passeloreng dibangun oleh joint venture antara PT Wijaya Karya dengan PT Bumi Karsa.

Basuki menjelaskan untuk anggaran pembangunan tiga bendungan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015. Sementara satu bendungan lainnya, yakni bendungan Karian akan menggunakan pinjaman dari Korea Selatan senilai US$ 100 juta.

"Untuk Tanju dan Mila dikerjakan joint venture antara PT Nindya Karya (Persero) dengan PT Hutama Karya (Persero)," ujar Basuki.

Bendungan Karian ini membutuhkan investasi Rp 1 triliun, dan Passeloreng sebesar Rp 701 miliar. Sedangkan bendungan Tanju dan Mila membutuhkan biaya investasi sebesar Rp 357 miliar.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait